IHSG Rebound ke 6.050 Setelah Tiga Hari Melemah, Ini Analisis Samuel Sekuritas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 21 Juli 2020. Pergerakan IHSG berakhir naik tajam 1,26 persen atau 63,6 poin ke level 5.114,71 pada perdagangan hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 21 Juli 2020. Pergerakan IHSG berakhir naik tajam 1,26 persen atau 63,6 poin ke level 5.114,71 pada perdagangan hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akhirnya berhasil mengalami pembalikan atau rebound pada hari ini setelah melemah selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

    "(IHSG) menutup sesi pertama di 6.013 dan sesi kedua di 6.050, lebih tinggi dari angka pembukaan sebesar 5.964," seperti dikutip dari analisis dari Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu, 14 April 2021.

    Investor asing tampak mulai berduyun-duyun kembali ke pasar saham Indonesia, terlihat dari net buy di pasar reguler yang mencapai Rp 305.7 miliar dan di pasar negosiasi mencapai Rp 720.6 miliar.

    Saham yang paling diminati investor asing di pasar reguler hari ini adalah saham Bank BCA (BBCA), dengan nilai net buy asing mencapai Rp309 miliar. Sementara itu, nilai net sell asing tertinggi dicatat oleh saham Bank Mandiri, yaitu Rp 119,5 miliar.

    Kenaikan IHSG, menurut Tim Riset Samuel Sekuritas, terutama ditopang oleh sektor keuangan, yang indeksnya menguat 3 persen hari ini. Saham top gainer di sektor ini untuk hari ini adalah BMAS, yang naik sebesar 33,3 persen.

    "Hal lain yang cukup menggembirakan adalah tidak adanya indeks sektor yang menunjukkan pergerakan positif hari ini," dinukil dari hasil riset tersebut.

    Saham yang menduduki lima besar top gainers pada hari ini antara lain PT Nusa Palapa Gemilang Tbk atau NPGF yang naik 35,0 persen ke Rp 135 per saham. Saham yang baru saja memulai debutnya di bursa hari ini mengikuti jejak pendatang baru lainnya yang menyentuh titik auto reject atas (ARA) pada hari pertama.

    Berikutnya, PT Megapower Makmur Tbk atau MPOW yang naik 34,5 persen ke Rp 148 per saham. Saham emiten yang bergerak di bidang pembangkit listrik ini melanjutkan tren positifnya yang sudah berjalan sejak kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.