Susi Pudjiastuti Ikut Usul Kemendag dan Kemenperin Digabung ke Kemenlu

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti. ANTARA

    Susi Pudjiastuti. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi berita terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat restu DPR untuk melebur Kementerian Riset dan Teknologi atau Kemenristek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud.

    Melalui akun media sosial Twitter@susipudjiastuti, bos Susi Air ini membagikan tautan berita tersebut sembari menyarankan agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian digabung ke Kementerian Luar Negeri menjadi direktorat. “Perdagangan & perindustrian bisa juga dimasukan ke Deplu .. jadikan direktorat ..” tulis Susi Pudjiastuti dengan banyak emotikon acungan jempol.

    Kebijakan tersebut, menurut Susi Pudjiastuti supaya dapat menekan adanya kuota-kuota impor, sebab yang Indonesia butuhkan bukan impor tetapi investasi. “Supaya tidak ada kuota2 impor, yg kita inginkan investasi bukan impor,” tulis Susi Pudjiastuti dalam unggahan pada Jumat, 9 April 2021 tersebut.

    Cuitan Susi Pudjiastuti tersebut pun mendapat respon dari sejumlah pengguna Twitter lainnya, salah satu akun menuliskan bahwa banyak Kementerian yang bisa digabungkan seperti Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian yang lainnya. “Banyak lagi yg bisa digabung.. Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Daerah Tertinggal, DLL,” tulis akun bernama @yankwr tersebut.

    Netizen banyak yang mengusulkan penggabungan kementerian-kementerian lain, akun @rudolphoramire1 menyarankan agar investasi maritim dilebur saja ke Kementerian Perdagangan. “investasi maritim dilebur aja ke perdagangan,” tulisnya. Sementara itu, @capparuni berpendapat Kementerian Kelautan dan Perikanan juga bisa digabungkan dengan Kementerian Pertanian, “Perikanan pertanian juga bisa di gabung,” tulis @capparuni.

    @KangMas2012 turut membenarkan pendapat Susi Pudjiastuti terkait Indonesia butuh investor dibandingkan dengan impor. “Betul sekali....dg banyak investor yg mau menanam modal ke Indonesia berarti memperluas lapangan pekerjaan serta mengurangi ketergantungan barang impor dari luar negeri, krn barang2 bisa diproduksi di dalam negeri....” tulis akun tersebut.

    “Benar bu...yg kami inginkan kepada pemerintah,jangan terlalu menghandalkan IMPOR terus..beri kesempatan kepada masyarakat,spya bisa berkembang..” tulis akun @PejuangMasyara1

    Sementara itu, akun lain @ZainuddinSyahp3 menuliskan bahwa menurutnya Indonesia memiliki potensi menjadi negara dengan kemampuan produksi yang tinggi, namun ia menyayangkan tindakan negara yang konsumtif. @ZainuddinSyahp3 pun menanyakan pendapat Susi Pudjiastuti terkait hal tersebut, “Bu susi, menurut saya negara kita berpotensi menjadi negara yg mempunyai kemampuan berproduksi tinggi, tapi knp kelakuan negara, sebagai negara yg konsumtif, kalo menurut ibuk gmn?” tulisnya.

    Susi Pudjiastuti pun menanggapi balasan dari @ZainuddinSyahp3 tersebut, menurutnya perilaku konsumtif tersebut bukanlah salah negara, tetapi ada oknum pejabat di belakangnya. “Bukan negaranya .. tapi oknum pejabatnya,” balas Susi Pudjiastuti.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Mendadak Bicara Soal Utang Luar Negeri dan Stigma Oposan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.