BEI Naikkan Target IPO Tahun Ini jadi 54 Emiten Baru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI Hasan Fawzi menyatakan pihaknya menaikkan target penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) untuk tahun 2021 menjadi 54 perusahaan. Sebelumnya, BEI menargetkan hingga akhir 2021 ada 34 perusahaan baru yang melantai di bursa. 

    “Merevisi target semula yang terlalu moderate kita lihat perkembangan terakhir kita cukup optimis,” kata Hasan dalam sesi virtual bersama awak media, belum lama ini. 

    Hasan menyebutkan, kenaikan target tersebut seiring dengan iklim IPO yang kondusif sepanjang kuartal I pada tahun 2021. Oleh karena itu, otoritas bursa makin yakin jumlah pencatatan saham baru tahun ini akan terus meningkat. 

    Hal senada juga diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya pada akhir Maret lalu. Apalagi, kondisi sepanjang kuartal pertama tahun ini semakin mendorong ia kian optimistis dengan prospek IPO hingga akhir 2021.

    Langkah otoritas pasar modal menggodok regulasi yang akan membuat kondisi pasar modal semakin menarik juga dinilai sebagai salah satu faktor pendorong keyakinannya tersebut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.