Budi Waseso: Stok Beras Bulog Tembus 1 Juta Ton

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kanan) bersama Kepala Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi (kiri) memeriksa ketersediaan beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2020. Dalam sidak ketersediaan beras tersebut, Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Perum Bulog menyediakan 1,7 juta ton beras untuk keperluan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kanan) bersama Kepala Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi (kiri) memeriksa ketersediaan beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2020. Dalam sidak ketersediaan beras tersebut, Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Perum Bulog menyediakan 1,7 juta ton beras untuk keperluan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso memastikan stok beras di gudang saat ini telah tembus 1 juta ton. Pasokan ini telah mencapai batas aman cadangan beras pemerintah atau CBP.

    “Setelah berminggu-minggu semua direksi Bulog turun ke sawah untuk memantau dan memastikan penyerapan produksi petani dalam negeri, per hari ini stok beras sudah tembus satu juta ton”, kata Budi Waseso dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Maret 2021.

    Baca Juga: Budi Waseso Beberkan Masalah Impor Beras hingga Beban Bunga Utang Rp 282 M

    Budi Waseso alias Buwas mengatakan realisasi penyerapan beras petani sampai dengan akhir Maret 2021 lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Sampai 26 Maret, Bulog mencatat sudah menyerap sebanyak lebih dari 180 ribu ton beras.

    Adapun serapan harian perusahaan rata-rata 10 ribu ton dan diprediksi meningkat dalam beberapa pekan mendatang. Ia menampik perusahaan minim menyerap beras maupun gabah di level petani.

     “Melihat suatu persoalan itu harus secara menyeluruh dan saling terkait. Jangan jumping conclusion,” ujar Buwas.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya memastikan tidak akan impor beras yang masuk ke Indonesia sampai pertengahan tahun ini. Indonesia pun sudah tidak mengimpor beras hampir tiga tahun.

    Terkait adanya nota kesepahaman impor beras dengan Thailand, Jokowi membenarkan kabar tersebut. Namun, MoU itu hanya untuk menjaga-jaga di tengah situasi krisis pandemi yang penuh ketidakpastian.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2021, potensi produksi beras pada Januari-April 2021 bisa mencapai 14,54 juta ton beras. Angka ini naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan produksi beras pada subround Januari-April 2020 sebesar 11,46 juta ton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H