Mendag: Tren Harga Cabai Mulai Turun Karena Mulai Panen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata cabai rawit merah di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata cabai rawit merah di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan atau Mendag Muhammad Lutfi mengatakan harga cabai mulai turun dari 10 hingga 12 Maret 2021. Hal itu, kata dia, terjadi karena sudah mulai terjadi panen.

    "Menurut hitungan Kementerian Perdagangan harga akan terus menurun sampai hari Raya Idul Fitri," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin, 15 Maret 2021.

    Adapun dari data Kemendag harga cabai rawit merah turun 0,49 persen dari Rp 96.717 per kilogram pada 10 Maret menjadi Rp 96.247 per kg pada 12 Maret. Harga itu lebih rendah dari kenaikan cabai pada 11 Februari sampai 12 Maret yang sebesar 22,48 persen dari Rp 74.607 per kg ke Rp 96.247 per kg.

    Dia yakin penurunan akan terus terjadi karena pada bulan ini diprediksikan akan terjadi panen di sentra cabai Jawa Timur yang luasnya 9400 hektar terutama di Blitar 2.800 hektar, kediri 1.800 hektar, Malang 1.800 hektar, dan Tuban 3000. Serta Jawa Barat 2.000 hektar, Pandeglang 500 hektar, Garut 500 hektar.

    "Serta Jawa Tengah di Magelang 2000 hektar akan memasuki masa panen, jadi artinya tren dari penurunan antara 10-12 Maret ini akan terus terjadi penurunan," ujarnya.

    Dia justru mengaku takut ketika kita menghadapi Puasa Ramadan dan Lebaran Idul Fitri akan terjadi panen raya besar cabai, yang membuat harga cabai di bawah standar yang ditentukan Kemendag.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.