3 Cara Hindari Penipuan Berkedok Link Bit.ly Menurut Kominfo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan. vocfm.co

    Ilustrasi Penipuan. vocfm.co

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau warga mewaspadai penipuan dengan modus menggunakan tautan pendek atau link bit.ly yang marak di media sosial.

    Dikutip dari akun Twitter resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (@Kemkominfo), saat ini banyak beredar tautan pendek atau bit.ly berisi pendaftaran kuota internet gratis dari Kominfo.

    "#SobatKom penipuan di dunia digital tidak ada henti-hentinya, ya. Salah satunya penipuan menggunakan tautan pendek seperti http://bit.ly dengan memberikan informasi yang tidak benar," tulis @kemenkominfo seperti dikutip, Selasa, 2 Maret 2021.

    Kementerian Kominfo mengingatkan para pengguna media sosial jangan terpancing untuk membuka tautan (link) bit.ly atau bahkan mengisi formulir yang ada di situs tidak terverifikasi.

    Bukannya mendapat rejeki, pengguna media sosial justru bisa menjadi korban penipuan digital atau phising yang membahayakan data pribadi.

    Lantas, bagaimana cara membedakan situs bit.ly yang benar dengan penipuan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.