Ahok Senang Proyek Pertamina Hemat Hingga Rp 84 Triliun: Kita Itu Bisa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) saat pembukaan Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina Energy Forum 2019 yang membahas perkembangan sektor energi dan bisnisnya dengan tema

    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) saat pembukaan Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina Energy Forum 2019 yang membahas perkembangan sektor energi dan bisnisnya dengan tema "Driving Factors: What Will Shape The Future of Energy Business". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) atau Ahok kini tengah bungah melihat salah satu proyek perusahaannya di Tuban, Jawa Timur. Sebab, biaya proyek ini bisa dipangkas sampai US$ 6 miliar lebih atau setara Rp 84 triliun (asumsi kurs Rp 14 ribu per dolar AS).

    "Saya senang sekali," kata Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama pada Ahad, 28 Februari 2021.

    Awalnya, kata Ahok, capital expenditure alias belanja modal untuk proyek ini mencapai US$ 18 miliar. Ahok pun meminta biaya ini dihitung ulang.

    Walhasil, kini biayanya menyusut jadi US$ 11 miliar lebih. Sehingga, langsung terjadi terjadi penghematan US$ 6 miliar lebih. "Ini satu hal yang luar biasa, kita itu bisa, kalau teliti, dipretelin satu-satu," kata Ahok.

    Tak lupa, Ahok juga memuji sosok Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Sebab, Nicke bisa menampung masukan untuk perbaikan yang disampaikan komisaris. "Saya beruntung (Dirut) sangat kooperatif," kata Ahok.

    Meski demikian, Ahok tidak membeberkan detail proyek yang dimaksud. Di Tuban, Pertamina memiliki proyek kilang Gross Root Refinery (GRR) yang digarap oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining dan Petrochemical di bawah Pertamina.

    Proyek ini juga yang beberapa waktu lalu membuat sejumlah warga desa di Tuban mendadak jadi miliarder. Sebab, warga mendapatkan puluhan miliar uang ganti rugi dari pembebasan lahan mereka untuk proyek.

    Tempo menghubungi Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto soal penghematan ini. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya juga masih belum memberikan jawaban detail. "Sedang dikonfirmasi," kata dia, Selasa, 2 Maret 2021, saat dikonfirmasi soal penghematan biaya proyek yang sebelumnya disebutkan Ahok tersebut.

    Baca: Milad Pesantren NU, Ahok: Pertamina Akan Belanja Modal Triliun-triliunan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siapakah Shang-Chi, Pahlawan Terbaru Marvel?

    Marvel Studios merilis trailer baru untuk film Shang-Chi and The Ten Rings yang akan tayang pada September 2021.