Milad Pesantren NU, Ahok: Pertamina Akan Belanja Modal Triliun-triliunan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Dalam pertemuan tersebut, Ahok juga didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. ANTARA

    Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Dalam pertemuan tersebut, Ahok juga didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bercerita soal Pasar Digital (PaDi) UMKM yang sudah diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir sejak 2019. Ini adalah marketplace yang menghubungkan BUMN dengan berbagai UMKM di tanah air.

    "Nah kami akan belanja capex (capital expenditure), belanja modal itu triliun-triliunan ini," kata Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia yang berlangsung virtual pada Ahad, 28 Februari 2021.

    Pesantren ini berada di bawah naungan organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Dalam acara ini, hadir beberapa kyai NU, salah satunya Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Helmy Faishal Zaini.

    Menurut Ahok, belanja ini nantinya akan diarahkan, salah satunya untuk produk-produk UMKM. Ahok meyakini upaya ini bisa dicapai dengan teknologi dan jaringan yang ada di perusahaan.

    Sebab di sisi lain, Ahok menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga mewajibkan agar proses pengadaan di BUMN memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. "Sebisanya harus dalam negeri," kata Ahok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.