Soal Investasi Tesla, BKPM: Masih Nego, Enggak Ada yang Hengkang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Tesla. Istimewa

    Logo Tesla. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah masih melanjutkan negosiasi dengan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla. Ia pun membantah perusahaan milik Elon Musk itu angkat kaki dari Tanah Air.

    "Saya ingin sampaikan bahwa ini kan masih nego, enggak ada yang hengkang. Kalau hengkang kan sudah tiba baru pergi. Ini masih berproses," ujar Bahlil dalam konferensi video, Rabu, 24 Februari 2021.

    Baca Juga: Cerita Arcandra Tahar Soal 2 Alasan Tesla Pilih India Dibanding Israel

    Bahlil mengatakan proses negosiasi dengan Tesla awalnya dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan BKPM mengikuti di belakangnya. "Nah untuk itu saya akan coba berkomunikasi dengan Pak Menko (Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan) informasinya sejauh apa terakhir."

    Menurut Bahlil, pasang surut sudah biasa dalam negosiasi bisnis. Namun, ia memastikan prosesnya masih berjalan. Ia pun meyakini hadirnya Undang-undang Cipta Kerja akan memberikan iklim yang lebih baik untuk pengembangan usaha do Tanah Air.

    Sebelumnya, kelanjutan rencana investasi Tesla di Tanah Air menjadi pertanyaan setelah perusahaan tersebut dikabarkan hampir pasti memproduksi mobil listrik di India. Namun, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi, menyatakan pemerintah akan tetap melobi Tesla Inc.

    "Dengan Tesla kan dari awal pembicaraannya untuk bidang lain,” ujar Jodi seperti dikutip, Ahad, 21 Februari 2021.

    Kendati demikian, Jodi tidak memaparkan secara detail perkembangan terkini pembahasan kerja sama dengan Tesla tersebut. “Tapi saya tidak bisa komentar lebih jauh. Mohon maklum,” ucapnya.

    Belakangan, Tesla dikabarkan tengah mendekati tahap akhir untuk mencapai kesepakatan memproduksi mobil listrik di India. Lokasi itu akan menjadi basis produksi perusahaan Elon Musk yang ketiga setelah Amerika Serikat dan Cina.

    Sebelumnya, pada awal bulan ini, Menteri Luhut mengatakan pemerintah telah menandatangani kesepakatan non disclosure agreement (NDA) dengan Tesla. Kesepakatan itu disebutkan terkait dengan investasi perusahaan otomotif.

    Kabar Tesla hendak menanamkan investasi ke Indonesia telah muncul sejak akhir tahun lalu. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo yang telah berbicara dengan Elon Musk melalui telepon pada Desember 2020.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.