Alasan Elon Musk Sebut Bitcoin Sedikit Lebih Baik dari Uang Tunai

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelumnya, CEO perusahaan tersebut Elon Musk juga mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag Bitcoin di profil Twitternya. Aksi tersebut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Di mana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan sekitar Rp 500 juta. REUTERS/Dado Ruvic

    Sebelumnya, CEO perusahaan tersebut Elon Musk juga mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag Bitcoin di profil Twitternya. Aksi tersebut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Di mana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan sekitar Rp 500 juta. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta – CEO Tesla Inc Elon Musk berpendapat bahwa menyimpan aset dalam bentuk bitcoin sedikit lebih baik ketimbang memegang uang konvensional atau tunai. Menurut dia, ketika alat pembayaran sah alias fiat memiliki bunga negatif, orang akan mencari kesempatan untuk berinvestasi di tempat lain.

    “Namun, ketika mata uang fiat memiliki bunga negatif, hanya orang bodoh yang tidak akan mencari di tempat lain. Bitcoin hampir sama dengan uang fiat. Kata kuncinya adalah 'hampir',” ujar Elon Musk seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 19 Februari 2021.

    Baca Juga: Mau Investasi Bitcoin Cs? Simak 8 Petunjuk dari Bappebti

    Dia menilai langkah Tesla berinvestasi bitcoin adalah keputusan tepat. Perusahaan dengan indeks S&P 500 itu cukup berani mengambil keputusan setelah melihat adanya perbedaaan antara uang tunai dan mata uang kripto.

    Tesla sebelumnya menyatakan telah membeli aset mata uang kripto senilai US$ 1,5 miliar. Investasi Tesla diketahui dari laporan keterbukaan informasi perusahaan kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat. Langkah ini menjadikan Tesla perusahaan terbesar yang mendukung aset mata uang kripto.

    Setelah aksi itu, bitcoin melonjak hingga 16 persen ke posisi tertinggi sepanjang masa di level US$ 44.795,20 atau setara dengan Rp 622 juta kurs Rp 13.900, pekan lalu. Namun, bitcoin kemudian melandai menjadi 12 persen ke US$ 43.218,69. Pada Jumat, 19 Februari, bitcoin berada di bawah rekor puncak di level US$ 51.284.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.