Sebelum Investasi Bitcoin, Ingat 7 Hal Penting Berikut Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla menjadi perusahaan otomotif pertama yang membeli Bitcoin. Tidak hanya membeli sebagai aset, perusahaan mobil listrik tersebut juga akan menerima transaksi berbentuk Bitcoin. Tesla beralasan langkah ini diambil agar lebih fleksibel dalam pengelolaan aset dan bentuk transaksi. REUTERS/Benoit Tessier

    Tesla menjadi perusahaan otomotif pertama yang membeli Bitcoin. Tidak hanya membeli sebagai aset, perusahaan mobil listrik tersebut juga akan menerima transaksi berbentuk Bitcoin. Tesla beralasan langkah ini diambil agar lebih fleksibel dalam pengelolaan aset dan bentuk transaksi. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Terus melonjaknya nilai mata uang digital Bitcoin belakangan ini tak ayal menarik banyak pihak yang kemudian mempertimbangkannya sebagai salah satu aset investasi di tengah pandemi Covid-19.

    Bitcoin tercatat telah kembali menembus rekor baru dengan melewati US$ 52.000 atau sekitar Rp 730 juta (asumsi kurs Rp 14.037 per dolar AS) dalam perdagangan di New York, Rabu, 18 Februari 2021. Nilai aset Bitcoin telah melejit setelah Elon Musk membeli uang digital ini senilai US$ 1,5 miliar melalui Tesla Inc. 

    Namun sebelum mencoba berinvestasi Bitcoin, ada baiknya Anda memperhatikan 7 hal penting terkait mata uang digital yang masih cukup asing di Tanah Air. Sama halnya dengan jenis investasi yang lain, mengenal aset yang akan diinvestasi juga akan membuat Anda bisa mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

    Berikut 7 hal yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang Bitcoin:

    2. Harga Fluktuatif
    Harga Bitcoin dapat naik atau turun secara tidak terduga dalam waktu singkat karena usianya yang masih muda. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menyimpan tabungan dengan Bitcoin di saat krisis. Pendek kata, Bitcoin tetap harus dilihat sebagai aset berisiko tinggi.

    3. Tidak Dapat Mengubah Pembayaran
    Transaksi Bitcoin tidak dapat dibatalkan namun dapat dikembalikan oleh orang yang menerima dana. Artinya, Anda harus berhati-hati dalam berbisnis dengan orang dan organisasi yang Anda kenal dan percaya. Selain itu, pastikan mitra Anda memiliki reputasi mapan sebelum bertransaksi dengan Bitcoin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.