Menko Airlangga Nilai Prospek Ekonomi Indonesia Masih Menjanjikan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Perdagangan IHSG pada awal tahun 2021 dibuka menguat 18,76 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.997,83. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Perdagangan IHSG pada awal tahun 2021 dibuka menguat 18,76 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.997,83. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan prospek ekonomi Indonesia di masa depan cukup menjanjikan. Dia melihat dari segi equity, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, telah mengalami pemulihan yaitu pada level 6.000.

    “Berbagai sektor di capital market sudah lebih baik dari pada awal tahun 2020 sehingga ini menambah keyakinan perekonomian kita positif," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Februari 2021.

    Dia mengatakan lembaga-lembaga dunia juga mengkompromikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif 4,4 persen – 4,8 persen.

    "Tentu pemerintah akan tetap menargetkan 5 persen,” ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini di nomor empat setelah Cina, Vietnam dan Korea Selatan. Hal ini didorong oleh
    upaya pemulihan ekonomi nasional yang sudah berada dalam jalur yang benar.

    Dia juga mengatakan di tengah pandemi, investasi di Indonesia masih meningkat, yaitu Rp 826,3 triliun, walaupun masih berada di bawah target Rp 900 triliun rupiah.

    Dari segi capital market, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa rupiah mengalami perbaikan sehingga setara dengan berbagai financial currency di negara-negara ASEAN.

    Baca juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.