Pertumbuhan Ekonomi RI Minus, Staf Khusus Jokowi Sebut Prospek 2021 Lebih Cerah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta.

    Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Arif Budimanta, yakin prospek pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan lebih cerah ketimbang 2020. Sepanjang 2020, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi -2,07 persen.

    “Prospek ekonomi Indonesia tahun 2021 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Februari 2021.

    Arif mengatakan perbaikan pada tahun ini didorong oleh vaksinasi yang telah mulai disuntikkan kepada tenaga medis dan masyarakat. Di saat yang sama, konsumsi rumah tangga akan terus didorong untuk bergerak ke level positif setelah terkontraksi -3,6 persen pada kuartal IV 2020.

    Pemerintah pun, tutur Arif, telah menyiapkan anggaran penanganan pandemi Covid-19 mencapai 619,83 triliun atau setara dengan 3,5 persen PDB nasional. Dengan begitu, pemerintah mendorong perbaikan dari sisi suplai maupun permintaan.

    Meski perekonomian RI sepanjang 2020 terperosok ke zona negatif, Arif mengatakan pemulihan ekonomi telah mulai tampak di tengah wabah yang masih terus berlangsung. Kondisi itu ditunjukkan dengan perekonomian pada kuartal IV lebih baik dari dua kuartal sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.