OPEC+ Sepakat Kurangi Produksi, Harga Minyak Mentah Melejit ke USD 58,46

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Harga Minyak Mentah. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi Harga Minyak Mentah. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak mentah patokan global jenis Brent untuk pengiriman April ditutup menguat US$ 1 atau 1,7 persen ke level US$ 58,46 per barel, posisi tertinggi sejak 21 Februari 2020.

    Kenaikan harga minyak mentah tersebut melanjutkan penguatan setelah sebelumnya melonjak nyaris 2 persen menyusul penurunan level persediaannya anjlok ke level terendah sejak Maret.

    Data Bloomberg juga menunjukkan harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) di Amerika Serikat untuk pengiriman Maret mendatang terpantau menguat 0,32 persen atau 0,18 poin ke level US$ 55,87 per barel pada hari ini, Kamis, 4 Februari 2021, pukul 06.46 WIB.

    Pada akhir perdagangan Rabu kemarin, harga minyak WTI ditutup menguat 1,7 persen atau 0,93 poin ke level US$ 55,69 per barel. Harga minyak tersebut mencapai level tertinggi sejak 22 Januari 2020, setelah menyentuh tertinggi US$ 56,33 pada awal sesi.

    Penguatan ini terjadi setelah Badan Informasi Energi (EIA) mencatat stok minyak mentah AS turun pekan lalu menjadi 475,7 juta barel, level terendah sejak Maret. Adapun tingkat pemanfaatan kilang naik 0,6 poin persentase.

    "Kilang-kilang kembali beroperasi, yang mendukung minyak mentah," kata analis senior The Price Futures Group Phil Flynn.

    Kenaikan harga minyak ini juga tak lepas dari keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya atau OPEC+ pada Rabu lalu yang sepakat berkukuh memangkas pasokan minyak. Seiring dengan itu, Arab Saudi juga mengurangi pasokan minyak dengan lebih besar.

    ANTARA

    Baca: Permintaan Cina Melemah, Harga Minyak Dunia Turun jadi USD 52,27 per Barel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.