Sri Mulyani: Hampir Semua Universitas Islam RI Dibangun Pakai Surat Utang SBSN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembaga independen, YouGov yang berlokasi di Inggris itu menempatkan nama Menteri Keuangan Sri Mulyani di posisi ketiga dengan perolehan skor 9,56 persen. Instagram

    Lembaga independen, YouGov yang berlokasi di Inggris itu menempatkan nama Menteri Keuangan Sri Mulyani di posisi ketiga dengan perolehan skor 9,56 persen. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hampir semua pembangunan universitas Islam di Indonesia dibiayai oleh surat utang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

    "Kementerian Agama termasuk yang cukup giat untuk membangun. Hampir semua Universitas Islam Indonesia, dulu namanya IAIN, sekarang menjadi Universitas Islam, itu hampir semuanya dibangun menggunakan SBSN," ujar Sri Mulyani dalam acara daring, Rabu, 20 Januari 2021.

    Ia mengatakan SBSN menjadi alternatif pembiayaan untuk proyek pembangunan. Dengan demikian, dana teraebut juga bisa digunakan untuk memperbaiki kampus-kampus.

    "Kami terus menjaga dengan kehati-hatian karena SBSN surat utang sebetulnya, artinya proyek dibiayai dengan utang, namun utang yang bisa terus kita jaga," ujar Sri Mulyani.

    Sri Mulyani mengingatkan bahwa lantaran proyek-proyek dibiayai sebuah instrumen syariah, semua pihak punya kewajiban moral lebih untuk menjaganya. "Sebagai Menteri Keuangan, saya berharap untuk semua proyek walaupun menggunakan semua instrumen tentu harus deliver dengan baik."

    SBSN untuk pembiayaan proyek infrastruktur merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2013. Penerbitan SBSN untuk pembiayaan proyek ini juga dapat memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah digunakan secara produktif, untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.