Tinjau Bandara Soekarno-Hatta, Budi Karya: Protokol Kesehatan Harus Lebih Ketat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) didampingi Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) meninjau langsung arus balik libur panjang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 1 November 2020. Menhub memberikan apresiasi kepada Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soekarno Hatta dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta dan pihak terkait dalam melayani penumpang pesawat saat libur panjang di masa pandemi COVID-19.  ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) didampingi Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) meninjau langsung arus balik libur panjang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 1 November 2020. Menhub memberikan apresiasi kepada Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soekarno Hatta dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta dan pihak terkait dalam melayani penumpang pesawat saat libur panjang di masa pandemi COVID-19. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Sabtu, 26 Desember 2020 untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik menghadapi masa libur natal 2020 dan tahun baru 2021.

    “Saya tekankan bahwa pada saat libur ini protokol kesehatan harus lebih ketat,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 Desember 2020.

    Budi meminta Angkasa Pura II berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes untuk melakukan perbaikan dan penataan dalam rangka mengantisipasi terjadinya antrean panjang saat pelaksanaan tes rapid maupun pengecekan surat hasil pemeriksaan kesehatan di bandara.

    Ia mengatakan telah menerima masukan dari para ahli agar pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dengan lebih aman yaitu dengan membuat bilik atau chamber. Sehingga, pemeriksaan bisa dilakukan di dalam bilik atau chamber tersebut.

    Dalam kesempatan itu pula Budi meminta seluruh stakholder penerbangan di Bandara Soetta untuk bersiap mengantisipasi terjadinya dua puncak perjalanan yang diprediksi terjadi pada 31 Desember 2020 dan pada arus balik di awal Januari 2021.

    “Untuk mengantisipasi puncak perjalanan. Saya pikir seluruh stakeholder sudah siap untuk meningkatkan kapasitas karena, titik-titik pemeriksaan dari protokol kesehatan itu sudah ditata sedemikia rupa. Jadi saya pikir itu bisa dilaksanakan dengan baik,” kata dia.

    Untuk mengantisipasi puncak perjalanan libur maupun arus baliknya, Budi akan berkoordinasi dengan Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19, untuk memastikan distribusi rapid test antigen bisa dilakukan dengan baik di seluruh daerah agar tidak terjadi antrean.

    Baca: Puncak Mudik Libur Tahun Baru di Bandara Soekarno-Hata Tak Seramai Natal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.