Rekam Jejak Sakti Wahyu Trenggono yang Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak terlihat karena tengah menghadiri rapat terbatas. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak terlihat karena tengah menghadiri rapat terbatas. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru. Trenggono menggantikan Edhy Prabowo, eks menteri dari Partai Gerindra yang mundur setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ekspor benih lobster.

    "Pada sore hari yang berbahagia ini, bersama Bapak Wakil Presiden ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang akan duduk di anggota kabinet Indonesia Maju," kata Jokowi pada Selasa, 22 Desember 2020.

    Trenggono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Wahyu mendampingi Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi orang dekat Edhy Prabowo.

    Sebelum masuk kabinet Jokowi, Trenggono dikenal sebagai pengusaha di bidang telekomunikasi. Dia bahkan dijuluki sebagai Raja Menara.

    Trenggono merupakan lulusan Manajemen Informatika Universitas Bina Nusantara. Dia menamatkan studi masternya di Teknik Industri Universitas Indonesia dan Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung.

    Pria kelahiran Semarang, 3 November 1962 ini memulai bisnis penjualan perangkat telekomunikasi melalui perusahaan yang didirikannya dengan Abdul Satar dan Abdul Erwin, PT Solusindo Kreasi Pratama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.