Indofarma Jamin Kebutuhan Alat Kesehatan Vaksinasi Covid-19 Massal Terpenuhi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Rapat tersebut membahas mengenai kondisi aktual perusahaan dalam penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Rapat tersebut membahas mengenai kondisi aktual perusahaan dalam penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Indofarma Tbk memastikan kebutuhan alat kesehatan (alkes) untuk kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal yang rencananya dilakukan tahun depan akan aman terpenuhi.

    Direktur Utama PT Indofarma Tbk. Arief Pramuhanto mengatakan pada dasarnya kegiatan vaksinasi hanya membutuhkan jarum suntik dan alkohol swab. Saat ini kapasitas produksi jarum suntik perseroan pun sudah mencapai 30 juta per bulan.

    "Kami sudah siap, program vaksin akan berjalan setahun ke depan. Jadi dengan kapasitas saat ini rasanya akan cukup jika kurang pun bisa menggandeng perusahaan alkes yang lain," katanya kepada Bisnis, Jumat, 4 Desember 2020.

    Meski demikian, Arief mengemukakan pelayanan vaksinasi akan tergantung pada setiap layanan kesehatan dalam membungkus fasilitas yang diberikan pada pasiennya.

    Namun, secara umum alat kesehatan vaksin hanya berkisar pada jarum suntik dan alkohol swab serta tentunya berbagai alat pelindung diri terkait dengan pencegahan Covid-19.

    Perseroan pun mencatat adanya kebutuhan alat kesehatan untuk Covid-19 telah meningkatkan utilisasi perseroan di level 80-85 persen dari sebelumnya di kisaran 70 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.