Sri Mulyani: Rp 2,6 Triliun Dianggarkan untuk Program Pemulihan Pesantren

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) berbincang dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal (kanan) saat melakukan kunjungan di Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, 26 Mei 2018. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi dan memberikan kuliah umum di depan santri dan pengasuh pondok pesantren. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) berbincang dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal (kanan) saat melakukan kunjungan di Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, 26 Mei 2018. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi dan memberikan kuliah umum di depan santri dan pengasuh pondok pesantren. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kolaborasi yang solid antara berbagai elemen masyarakat santri dan pesantren penting untuk mewujudkan akselerasi perekonomian rakyat di tengah pandemi yang beri dampak negatif.

    Dia berharap santri dan pesantren bisa menjadi sumber inspirasi terhadap daya tahan. Dia pun ingin santri dan pesantren berkreasi dalam menghadapi cobaan Covid-19. "Ini salah satu wujud jihad dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas perekonomian kita," kata dia dalam peringatan Hari Santri, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi masyarakat lain.

    "Saya menaruh harapan besar bagi santri dan pesantren seluruh Indonesia untuk mampu menjalankan peran penting sebagai sentra atau hub kegiatan ekonomi kerakyatan dan motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya.

    Dia menuturkan pemerintah memberi dukungan kepada pesantren dan pendidikan keagamaan di tengah Covid-19 melalui program pemulihan ekonomi pesantren. Alokasi anggaran program tersebut sebesar Rp 2,6 triliun menyiapkan pesantren untuk bisa beradaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi Covid-19 atau new normal.

    Bantuan untuk pendidikan dari lembaga pesantren, madrasah, LPA mencapai Rp 2,38 triliun dan bantuan pembelajaran daring Rp 211,7 miliar.

    Tiap pesantren, kata dia, mendapatkan bantuan tergantung ukuran. Untuk pesantren kecil sebanyak 14.900 mendapatkan anggaran Rp 25 juta, untuk pesantren yang berukuran sedang sebanyak 4.000 diberi bantuan Rp 40 juta dan pesantren besar dengan jumlah 2.200 pesantren dapat anggaran Rp 50 juta.

    Sedangkan bantuan operasional pendidikan diniyah sebanyak 62 ribu diberikan Rp 10 juta dan bantuan operasional pendidikan LPA sebanyak 112 ribu sebesar Rp 10 juta.

    Selain itu, pemerintah menghadirkan digitalisasi UMKM. "Upaya ini diharapkan dapat wujudkan pesantren dan masyarakat sekitar pesantren sebagai ekosistem mandiri sejahtera dan kegiatan ekonomi kompetitif, orientasi ekspor dan meningkatkan pangsa produk halal," kata Sri Mulyani

    HENDARTYO HANGGI

    Baca: Sri Mulyani Senang Banyak Generasi Milenial Beli Surat Utang Negara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tes Usap Rizieq Shihab, Antara Privasi Versus Melindungi Kota Bogor

    FPI menilai tindakan Pemkot Bogor melaporkan RS Ummi ke Kepolisian merupakan tindak ketidakadilan. RS Ummi dilaporkan terkait kondisi Rizieq Shihab.