Berjibaku Perkuat Keamanan Pasar Digital di Tengah Pagebluk

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Fakhruddin Abdullah kalut kala duit Rp 5,6 juta miliknya di dalam rekening banknya raib seketika. Pelanggan salah satu platform e-commerce itu tertipu saat hendak membeli kamera nircermin alias mirrorless ketika melakukan transaksi digital

    “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Abdullah kala dihubungi Tempo pada Sabtu, 17 Oktober 2020. 

    Awalnya Abdullah berniat menyelesaikan transaksinya di salah satu perusahaan marketplace yang menyediakan fasilitas jual-beli barang bekas. Saat itu, pria berusia 39 tahun yang berprofesi sebagai fotografer tersebut membeli sebuah kamera mirrorless dari mitra penjual yang memiliki rating atau peringkat cukup tinggi.

    Abdullah berkisah, tak ada yang mencurigakan dari proses pemilihan barang hingga memasukkannya ke keranjang belanja. Namun, saat hendak membayar melalui sistem transfer, ia tiba-tiba memperoleh pesan bahwa transaksinya bermasalah sehingga dibatalkan oleh marketplace.

    Tak lama kemudian, Abdullah ditelepon oleh orang tak dikenal. Lawan bicaranya di telepon mengaku sebagai petugas customer service dari marketplace. “Dia menawarkan saya meneruskan transaksi dengan mentransfer ulang ke pihak marketplace dengan kode unik sesuai dengan nominal pembelian,” ucapnya sembari mengingat peristiwa di awal tahun 2020 tersebut.

    Transaksi E-Commerce Capai Rp 250 Triliun

    Abdullah lagi-lagi tak menaruh syak-wasangka dan menuruti permintaan itu. Musababnya, sejak menjadi pelanggan marketplace itu selama setahun terakhir, ia acap menerima telepon dari petugas pelayanan pelanggan untuk mengkonfirmasi ulang transaksi.

    Tapi kali ini ia teperdaya. Barang yang ia beli tak pernah sampai di tangan, resi pengiriman nihil, mitra penjual pun tak bisa dihubungi. Tak menunggu lama, ia langsung mengurus kasusnya ke kepolisan dan marketplace. Abdullah juga segera mengganti sandi alias password akun e-commerce dan internet banking-nya.

    Apakah Abdullah kapok bertransaksi online setelah tertipu? Ternyata tidak. Setelah mengamankan data pribadinya, ia mengaku tak lagi cemas. “Itu jadi pelajaran,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.