DPR Setujui Anggaran Kementerian ESDM Tahun Depan Rp 7 Triliun, Ini Rinciannya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo menyampaikan konferensi pers seusai penandatanganan pernyataan bersama di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Sinergitas tersebut tentang Pengawasan Bersama Penyediaan dan Pendistribusian BBM di wilayah NKRI. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo menyampaikan konferensi pers seusai penandatanganan pernyataan bersama di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Sinergitas tersebut tentang Pengawasan Bersama Penyediaan dan Pendistribusian BBM di wilayah NKRI. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi VII DPR menyetujui anggaran dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2021 dengan alokasi sebesar Rp 7 triliun.

    "Setelah dilakukan pembahasan Banggar, Komisi VII menyetujui anggaran Kementerian ESDM pada tahun 2021," kata Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto dalam rapat virtual di Jakarta, Rabu, 23 September 2020.

    Rincian anggaran tersebut antara lain untuk manajemen Kementerian ESDM sebesar Rp 618 miliar. Kemudian untuk mitigasi dan geologi sebesar Rp 1 triliun.

    Selanjutnya pada program pertambangan mineral dan batu bara mendapatkan anggaran Rp 458 miliar dan kebutuhan riset serta inovasi sebesar Rp 521 miliar.

    Untuk program utama seperti manajemen penyediaan energi dan ketenagalistrikan mendapatkan alokasi anggaran Rp 3,9 triliun.

    Dalam proses penyediaan energi, Komisi VII meminta kepada Kementerian ESDM untuk dapat memberikan keterlibatan bagi masyarakat lokal, misalnya pemasangan lampu lalu lintas tenaga surya guna memaksimalkan potensi perekonomian sekitar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.