Surat Benny Tjokro: Semua Investasi Hanson Ikuti Pemerintah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, sebelum mengikuti sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Majelis Hakim menolak eksepsi Benny dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi ke persidangan terkait tindak pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.16,8 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, sebelum mengikuti sidang pembacaan surat putusan sela, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Majelis Hakim menolak eksepsi Benny dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi ke persidangan terkait tindak pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.16,8 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro, menuliskan selembar surat berisi curahan hatinya tentang pelbagai mimpi dan proyek-proyek yang dia kerjakan sebelum mendekam di hotel prodeo. Dalam tulisan tangan yang ditorehkan di lembar kertas putih bergaris, Benny Tjokro bercerita bahwa mulanya, ia belajar berkarier sebagai pengembang dari sang ayah, Handoko Tjokrosaputro.

    “Kuncinya adalah membangun nilai tambah. Bagaimana mengubah batu menjadi besi, besi menjadi emas, dan seterusnya,” tutur Benny dalam potret surat yang diterima Tempo pada Senin, 6 Juli 2020.

    Benny Tjokro melanjutkan, pada saat memilih lahan pun, dia menyebut mesti menganalisis lokasi yang dapat didongkrak nilai tambahnya. Karena itulah, sedari 20 tahun lalu, Direktur PT Hanson Internasional itu mengakui mengutamakan memilih tanah di dekat stasiun kereta api untuk membangun proyek.

    Alasannya, menurut Benny, cukup sederhana: “semua kota besar memakai kereta api untuk transportasi warganya." Dia mengatakan memiliki mimpi untuk membangun kota tempat orang-orang mendapatkan kehidupan lebih baik di dekat simpul transportasi itu.

    Benny mengklaim, hal ini pernah ia ceritakan kepada Managing Director Ciputra Group Budiarsa Sastrawinata. Dia juga mengaku terinspirasi oleh pemilik Ciputra Gorup, mendiang Ciputra.

    Dari mimpinya itu, setiap bertemu dengan investor maupun pihak pemerintahan, Benny berkisah acap mengatakan bahwa Indonesia bisa seperti negara lain, layaknya Jepang, Korea, dan Cina, untuk hal membangun kota. Di sisi lain, terkait proyek-proyeknya, Benny mengatakan selalu mengikuti pemerintah.

    “Semua proyek Hanson (perusahaan yang ia pimpIn) mengikuti program pemerintah: kota baru, program sejuta rumah, dan kota kreatif,” ucapnya.

    Benny Tjokro juga menyebut bahwa grupnya 100 persen pun hanya berinvestasi di Indonesia. Sedangkan 90 persen di antaranya difokuskan untuk mengembangkan kota baru tersebut. Di akhir suratnya, Benny mengatakan bahwa di balik masalah yang menerpa saat ini, dia masih memiliki keyakinan. “Saya tetap cinta Indonesia,” katanya.

    Benny Tjokro didakwa merugikan negara Rp 16,8 triliun dalam kasus korupsi di Jiwasraya. Perbuatan itu dilakukan bersama 5 terdakwa lainnya, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

    Kejaksaan Agung menyatakan Benny, Heru, dan Joko melakukan kesepakatan dengan para petinggi Jiwasraya mengenai pengelolaan investasi saham dan reksadana milik perusahaan asuransi plat merah tersebut. Kerja sama pengelolaan dilakukan sejak 2008 hingga 2018.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.