DANA Buka Suara Soal Potensi Kolaborasi Antarplatform

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi OVO dan DANA. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Ilustrasi OVO dan DANA. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO & Co-Founder of DANA Vincent Iswara mengatakan semua pemain di industri pembayaran digital harus berkolaborasi untuk mencapai inklusi keuangan yang merata di Indonesia.. Pasalnya, kolaborasi dapat mengakselerasi proses transformasi digital.

    "Semua pemain harus berkolaborasi, dengan tujuan untuk mendidik orang-orang untuk mencapai inklusi finansial yang merata, terutama orang-orang di luar Jawa dan daerah pedesaan. Dengan demikian, semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal inklusi finansial," ujar Vincent kepada Bisnis, Selasa, 23 Juni 2020.

    Dia menambahkan, kolaborasi juga menjadi solusi bagi platform pembayaran digital dalam mengedukasi masyarakat yang merupakan salah satu tantangan bersama dalam melakukan inklusi keuangan.

    Menurut Vincent, perusahaan menyambut terbuka untuk setiap peluang kolaborasi yang akan dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat dalam mempercepat inklusi keuangan.

    "Sehingga para pelaku dalam ekosistem transaksi digital dapat lebih baik mengadopsi transaksi nontunai di Indonesia," katanya.

    Saat ini, DANA memiliki lebih dari 40 juta pengguna dan terus melakukan kampanye terkait dengan manfaat dari migrasi ke dompet digital.

    Sebelumnya diberitakan dua dari startup fintech teratas di Indonesia, OVO dan DANA sepakat melakukan merger dalam rangka menantang pesaing kuat mereka, GoPay. Informasi ini dilansir Bloomberg dari sumber-sumber terdekat yag mengetahui kesepakatan ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.