8 Bulan Pensiun, Ini Alasan Jonan Geluti Hobi Bertanam Hidroponik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignasius Jonan. Foto/instagram/ignasius.jonan

    Ignasius Jonan. Foto/instagram/ignasius.jonan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ignasius Jonan menggeluti hobi baru bertanam hidroponik setelah delapan bulan pensiun dari jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kabinet Indonesia Kerja. Hobi itu kerap ia pamerkan melalui media sosial Instagram pribadinya.

    "Delapan bulan saya pensiun, lalu ada pandemi, lockdown, saya pun mengerjakan sesuatu yang bisa menginspirasi jiwa saya," tutur Ignasius Jonan dalam diskusi bersama Jaringan Katolik Melawan Covid-19 yang digelar melalui virtual, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Jonan menceritakan bahwa hobi itu datang dari keinginannya untuk bisa mengkonsumsi sayur-mayur hasil panennya sendiri. Walhasil, Jonan pun memanfaatkan halaman hingga atap rumahnya yang disulap menjadi kebun kecil.

    Aktivitas berkebun ia lakukan di sela-sela menjalankan kegiatan sebagai konsultan dan advisor. Menurut dia, jadwal kerjanya kini tidak sesibuk saat berada di kursi kabinet sehingga waktu luangnya bisa dimanfaatkan untuk mengurusi tanaman.

    Adapun beberapa sayuran yang sudah berhasil dipanen adalah sawi, bayam, dan kangkung. Menurut Jonan, hobi menggeluti tanaman hidpronik mampu membuatnya lebih mengenal alam, mempelajari nutrisi tumbuh-tumbuhan, dan mengatasi hama.

    Di samping itu, kegiatan ini merupakan bentuk partisipasinya untuk menyeimbangkan udara di perkotaan. "Mudah-mudahan lingkungan lebih baik karena banyak tanaman, udara juga lebih baik. Jadi yang paling penting adalah we have to do something (kita melakukan sesuatu) untuk alam ini," tuturnya.

    Tak hanya menyoal lingkungan, Jonan mengakui bahwa hobi mengurusi tanaman hidroponik ini mengembalikan kiprahnya sebagai manusia yang diciptakan. Ia berharap masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan, akan tergerak untuk mengikuti kegiatan tersebut. "Jadi ini untuk kembali menghargai alam. Kalau enggak punya halaman, ya tanam hidroponik gantung."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.