Hasil Lelang, DJKN Setor Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp 1,87 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta -  Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Joko Prihanto menyebutkan pihaknya telah menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,87 triliun dengan pokok lelang Rp82,96 triliun dalam kurun waktu lima tahun sejak 2016 hingga Juni 2020. 

    “Selama 2016 sampai Juni 2020 pokok lelang yang sudah kita capai itu sebesar Rp82,9 triliun. Adapun PNBP yang kita bisa setorkan ke kas negara Rp1,8 triliun. Cukup memadai dalam mendukung perekonomian nasional,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat 12 Juni 2020.

    Joko menyatakan DJKN terus meningkatkan hasil lelang yang lebih optimal pada tahun-tahun berikutnya sehingga dapat membantu penerimaan negara.

    “Ini akan kami upayakan seoptimal mungkin agar tiap tahun meningkat dan kita harapkan situs daring lelang.go.id ini bisa mendukung peningkatan hasil lelang,” katanya.

    Joko mengatakan lelang sangat berperan dalam perekonomian nasional karena dapat turut berkontribusi untuk memulihkan perekonomian negara terutama dalam keadaan tertekan akibat pandemi COVID-19 seperti saat ini.

    “Misalkan terhadap kasus korupsi yang aset dirampas atau dilelang nanti hasilnya dikembalikan ke negara,” ujarnya.

    Ia menuturkan lelang dapat menggerakkan roda perekonomian yaitu melalui meningkatkan potensi nilai barang, misalnya terdapat pabrik yang mangkrak kemudian dilelang dan investor membeli maka akan ada aktivitas perekonomian lagi di dalamnya.

    “Muncul aktivitas merekrut tenaga kerja. Lalu dengan adanya balai lelang juga bisa merekrut pegawai di mana tercipta lapangan kerja cukup besar. Satu balai lelang bisa capai 50 sampai 60 pegawai,” jelasnya.

    Tak hanya itu, ia mengatakan lelang juga bisa membantu mengurangi non performing loan (NPL) atau kredit macet yang ada baik di bank swasta atau pemerintah karena ketika setiap barang laku lelang maka akan disetorkan ke bank.

    “Kemudian uangnya digulirkan lagi ke masyarakat jadi diharapkan bisa stimulus perekonomian,” katanya.

    Joko menyebutkan lelang yang diselenggarakan oleh pemerintah hanya dilaksanakan melalui 71 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yaitu merupakan kantor vertikal DJKN di seluruh wilayah Indonesia.

    “KPKNL selalu mengumumkan pelaksanaan lelang melalui situs resmi lelang.go.id atau media cetak,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.