The Fed Tahan Suku Bunga sampai Ekonomi Pulih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Donald Trump dan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Reuters.

    Presiden Amerika Donald Trump dan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Reuters.

    TEMPO.CO, JakartaBank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kisaran target bunga acuan 0 hingga 0,25 persen dan berkomitmen menggunakan seluruh instrumen untuk memulihkan perekonomian dari pandemi virus corona (Covid-19). 

    Federal Open Market Committee (FOMC) memandang krisis kesehatan yang timbul dari  pandemi Covid-19 telah membebani aktivitas perekonomian, lapangan kerja, dan tingkat inflasi jangka pendek sehingga menimbulkan risiko besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah. 

    The Fed menyebut tingkat suku bunga akan dipertahankan sampai perekonomian mulai pulih dan berada di jalur yang tepat untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga.

    Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan pihaknya akan menggunakan instrumen apapun selama diperlukan untuk membantu pemulihan perekonomian. "Kami bahkan tidak berpikir untuk memikirkan kenaikan suku bunga," ujarnya dalam konferensi pers video, Rabu 10 Juni 2020 waktu setempat.

    Di sisi lain, The Fed juga tetap berkomitmen untuk mendukung penyaluran kredit perumahan dan kredit usaha lewat pembelian surat utang dan efek beragun aset properti. Di samping itu The Fed juga melanjutkan operasi pasar terbuka dengan menawarkan repo dalam jumlah besar dan tenor panjang.

    Dilansir dari Bloomberg, dalam pernyataan lain, New York Federal Reserve menetapkan pembelian surat utang mencapai US$80 miliar per bulan sedangkan pembelian efek beragun aset sebesar US$40 miliar.

    "Tindakan pada obligasi dan efek beragun aset itu memang menggarisbawahi bahwa mereka [The Fed] yakin perlu banyak dukungan [untuk memulihkan perekonomian]," ujar Kepala Ekonom Grant Thornton Diane Swonk.

    Dia menambahkan, The Fed tidak melihat data ketenagakerjaan sebagai sebuah hal yang menenangkan. Risiko deflasi masih tinggi dan perekonomian butuh lebih banyak dukungan untuk bisa segera bangkit.

    Proyeksi kuartalan The Fed menunjukkan semua pembuat kebijakan memperkirakan tingkat bunga acuan tetap mendekati nol hingga akhir 2021. Namun ada dua pejabat yang memandang tingkat suku bunga akan tetap rendah hingga 2022.

    Powell menyebut, tingkat pengangguran di AS diperkirakan akan turun menjadi 9,3 persen di kuartal IV/2020 dari posisi 13,3 persen pada Mei 2020. Tingkat pengangguran itu diprediksi akan terus turun hingga 6,5 persen pada tahun depan.

    Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) AS diprediksi akan kontraksi 6,5 persen tahun ini sebelum bangkit dengan pertumbuhan 5 persen pada tahun depan.

    Laporan ketenagakerjaan pada Mei 2020 yang mana terdapat penambahan pekerjaan 2,5 juta orang bisa menjadi titik terendah di pasar tenaga kerja. Meski di luar perkiraan banyak orang, angka itu menjadi bukti bahwa situasi memang sedang tidak pasti.

    Powell mengingatkan pasar tenaga kerja butuh waktu untuk bisa pulih. Dia berasumsi, ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan mungkin tidak ada pekerjaan lagi di industri untuk mereka dalam beberapa waktu.

    "Mungkin perlu beberapa tahun sampai mereka kembali mendapat pekerjaan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.