Sebelum Disiksa, ABK Kapal Cina Dijanjikan Gaji Rp 25 Juta

Potongan gambar dari video kru kapal nelayan Cina yang membuang jenazah ABK Indonesia ke laut.[YouTube MBCNEWS]

TEMPO.CO, Jakarta - Dua Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia, Reynalfi dan Andri Juniansyah, diduga telah disiksa di kapal Cina Lu Qian Yua Yu 901. Informasi ini dilaporkan oleh Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia.

Dalam keterangannya, Field Manager SAFE Seas Project DFW Indonesia, Laode Hardiani, mengatakan kedua korban direkrut oleh PT Duta Putra Group lewat agen atau sponsor penyalur bernama SYF. Keduanya kemudian dijanjikan akan bekerja di salah satu perusahaan di Korea.

"Dengan gaji Rp 25 juta," kata Laode yang juga staf pengelola Fisher Center Bitung dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020.

Tapi sebelum bekerja, Andry dan Reynalfi pun harus membayar sejumlah uang kepada SYF. Keduanya pun, kata Laode, membayar masing-masing Rp 40 juta dan Rp 45 juta.

Mereka pun kemudian melaut sejak 24 Januari 2020. lima bulan bekerja, mereka tidak pernah menerima gaji. Bahkan, mereka justru mengalami kekerasan fisik dan intimidasi di atas kapal, dari kapten dan sesama ABK asal Cina.

Sehingga puncaknya, keduanya memilih untuk melompat ke laut pada Jumat, 5 Juni 2020. Keduanya melompat saat kapal melintasi Selat Malaka, di antara Provinsi Riau dan Malaysia.

Setelah 7 jam mengapung, mereka pun akhirnya ditemukan dan mendapat pertolongan dari nelayan Tanjung Baai Karimun, Kepulauan Riau. Sampai pagi ini, Tempo masih terus mencoba mencari tahu kabar terbaru dari kedua ABK tersebut.

Tempo mengkonfirmasi kejadian ini kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, mengatakan penanganan kesehatan ABK WNI tersebut sesuai dengan protokol Covid-19.

"Lalu mendorong pemenuhan hak-hak ABK," kata Agung. Namun, Agung belum menjelaskan apakah tim KKP sudah terjun langsung menemui kedua ABK atau belum.






6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

15 jam lalu

6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

Kasus ini sempat viral di media sosial saat salah satu anak dari ABK WNI itu melalui akun @maimeichil bercerita tentang kasus, yang dialami ayahnya.


Kapal Penjaga Pantai Cina Masuk Natuna Perairan ZEE Indonesia, Diduga Sempat Intimidasi Nelayan

16 hari lalu

Kapal Penjaga Pantai Cina Masuk Natuna Perairan ZEE Indonesia, Diduga Sempat Intimidasi Nelayan

Kapal penjaga pantai Cina kembali kedapatan masuk perairan Natuna bagian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, pada 8 September 2022.


Viral Anggota Polairud Kotawaringin Barat Memalak ABK, Begini Seharusnya Tugas Polairud

17 hari lalu

Viral Anggota Polairud Kotawaringin Barat Memalak ABK, Begini Seharusnya Tugas Polairud

Anggota Polairud di Kalimantan Tengah tertangkap kamera memalak ABK di Perairan Kumai, Kotawaringin Barat. Apa sebenarnya tugas dan fungsi Polairud?


WNI Nakhoda Kapal Calvin-02 Tewas di Perairan Australia, Luhut Diminta Investigasi

39 hari lalu

WNI Nakhoda Kapal Calvin-02 Tewas di Perairan Australia, Luhut Diminta Investigasi

DFW meminta Menteri Luhut mengusut kasus tewasnya warga negara Indonesia (WNI) di kapal saat terjadi insiden di perbatasan perairan Australia.


Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kasus 6 ABK WNI Terlantar 7 Bulan di Filipina

57 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kasus 6 ABK WNI Terlantar 7 Bulan di Filipina

Kementerian Luar Negeri merespons penelantaran 6 ABK WNI yang berada di Tabaco, Filipina.


Nasib ABK di Kapal Asing, Bekerja Diperbudak Melapor Diabaikan

23 Juli 2022

Nasib ABK di Kapal Asing, Bekerja Diperbudak Melapor Diabaikan

Hampir genap satu tahun bekerja di kapal dengan jam kerja berlebih dan perlengkapan serta makanan seadanya, para ABK itu mulai diserang penyakit.


Tertahan Enam Bulan, 8 ABK WNI Diizinkan Taiwan Pulang ke Indonesia

12 Juli 2022

Tertahan Enam Bulan, 8 ABK WNI Diizinkan Taiwan Pulang ke Indonesia

Kedelapan ABK WNI itu tertahan dan tidak dibayar gajinya selama enam bulan di pelabuhan Taiwan


KM Setia Makmur Tenggelam di Laut Arafura, 15 ABK Hilang

3 Juli 2022

KM Setia Makmur Tenggelam di Laut Arafura, 15 ABK Hilang

Tim SAR gabungan pada Minggu 3 Juli 2022 melakukan pencarian terhadap KM Setia Makmur 06 yang dilaporkan tenggelam di laut Arafura.


27 ABK China Hilang karena Kapal Tenggelam Diterjang Topan Chaba

3 Juli 2022

27 ABK China Hilang karena Kapal Tenggelam Diterjang Topan Chaba

Sedikitnya 27 ABK hilang setelah kapal mereka dihempas Topan Chaba di selatan China pada akhir pekan ini


Terpopuler Bisnis: Masyarakat Dusun Dirikan Perusahaan Tambang, Uji Coba Bayar Tol Tanpa Henti

28 Juni 2022

Terpopuler Bisnis: Masyarakat Dusun Dirikan Perusahaan Tambang, Uji Coba Bayar Tol Tanpa Henti

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin, 27 Juni, dimulai dari masyarakat Dusun Belo membentuk perusahaan pertambangan.