Sudah Ada Penerbangan, Penumpang di Bandara Depati Amir Sepi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang berjalan keluar dari bilik disinfektan diterminal kedatangan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin, 23 Maret 2020. PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir memasang bilik disinfektan

    Calon penumpang berjalan keluar dari bilik disinfektan diterminal kedatangan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin, 23 Maret 2020. PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir memasang bilik disinfektan "Walk Through Disinfection" untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang pesawat di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih sepi, sebagai dampak pandemi Covid-19.

    "Meski sudah ada jadwal penerbangan, namun penumpang angkutan udara ini masih sepi," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, K.A Tajuddin di Pangkalpinang, Minggu, 10 Mei 2020.

    Ia mengatakan hari ini hanya Garuda yang beroperasi dengan jumlah penumpang 30 orang yang berangkat dan tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

    "Semua penumpang yang tiba dan berangkat ke Jakarta ini sudah diverifikasi tim kesehatan Covid-19 dan petugas Bandara Depati Amir, sehingga dipastikan mereka tidak terpapar virus Corona ini," ujarnya.

    Menurut dia, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengetatan Penumpang Angkutan Darat, Laut dan Udara.

    "Penumpang angkutan antar pulau ini harus memenuhi satu dari enam urusan atau kepentingan yaitu kepentingan penanganan Covid-19, pelayanan medis, pelayanan kebutuhan dasar, kepentingan pertahanan, keamanan dan kamtibmas, pelayanan ekonomi yang penting," katanya.

    Selain itu, orang yang ditimpa kemalangan, baik karena sakit keras atau meninggal dunia dan yang diperbolehkan hanya keluarga inti saja yakni orangtua, suami/istri dan anak. Kriteria terakhir adalah repatriasi pekerja Indonesia dari luar atau mahasiswa yang kuliah dari luar negeri.

    "Kami akan menolak kedatangan atau keberangkatan penumpang yang tidak memenuhi kriteria atau syarat berpergian yang telah ditetapkan, untuk menekan kasus virus Corona di daerah ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.