ABK Tertular Corona, Pelni Karantina KM Bukit Raya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemudik naik kapal Pelni, KM Ciremai di H-3 Lebaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 3 Juni 2019. KM Ciremai melayani arah Timur yakni Surabaya, Makassar, Baubau, Sorong hingga Jayapura. TEMPO/Dwi Arjanto

    Suasana pemudik naik kapal Pelni, KM Ciremai di H-3 Lebaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 3 Juni 2019. KM Ciremai melayani arah Timur yakni Surabaya, Makassar, Baubau, Sorong hingga Jayapura. TEMPO/Dwi Arjanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelni (Persero) akan mengkarantina KM Bukit Raya, setelah hasil pemeriksaan rapid test dua Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan reaktif atau berpotensi positif tertular Virus Corona (Covid-19).

    "Berdasarkan hasil yang diterima, terdapat dua orang kru yang reaktif terhadap hasil rapid diagnostic test (RDT) sedangkan 83 kru lainnya teridentifikasi sebagai orang dalam pemantauan (ODP)," kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro di Batam, Sabtu, 18 April 2020.

    Ia menyampaikan kedua kru tersebut dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Sementara itu 83 lainnya menjalani isolasi mandiri secara terpisah di atas kapal.

    Yahya mengatakan pengecekan kesehatan yang disertai dengan pelaksanaan rapid test bagi seluruh kru kapal itu dilakukan setibanya KM Bukit Raya di Pelabuhan Pontianak.

    Selain itu, pihaknya bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga telah melaksanakan penyemprotan kapal dengan disinfektan.

    Terkait seorang ABK KM Bukit Raya yang terindikasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) berdasarkan pelaksanaan rapid test oleh KKP Tanjung Pinang, Yahya menyampaikan kru tersebut dinyatakan positif usai manajemen menerima hasil pemeriksaan swab pada Jumat, 17 April 2020.

    "ABK tersebut saat ini telah mendapatkan perawatan medis oleh rumah sakit di Tanjung Pinang sejak Sabtu lalu (11 April 2020). Manajemen pun terus memantau perkembangan kesehatan yang bersangkutan," kata dia.

    Menurut rencana, KM Bukit Raya akan melakukan karantina dan portstay di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai titik tujuan akhir pelayaran KM Bukit Raya tersebut.

    Selama kapal menunggu di pelabuhan, sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, seluruh kru kapal akan menjalani isolasi mandiri dengan dengan pengawasan yang ketat dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Manajemen juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator, terkait dengan penyesuaian trayek kapal untuk kondisi saat ini.

    "Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh cabang dan petugas kapal untuk dapat standby bila sewaktu-waktu kapal dioperasikan karena kapal-kapal kami juga melayani muatan logistik," ujarnya.

    Sebagai informasi, seluruh kapal putih (kapal penumpang) milik PT Pelni (Persero) juga dioperasikan untuk mengangkut sejumlah muatan logistik menuju wilayah di Indonesia.

    KM Bukit Raya adalah salah satu kapal milik PT Pelni (Persero) dengan kapasitas 1.000 penumpang. Kapal tersebut melayani rute Tanjung Priok–Blinyu–Kijang–Letung-Tarempa–Natuna–Midai–Serasan–Pontianak–Surabaya–Pontianak–Serasan-Midai–Natuna–Tarempa–Letung–Kijang–Blinyu–Tanjung Priok.

    Menurut dia, perusahaannya telah meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal.

    Seluruh petugas kapal diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh standar kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan COVID-19.

    Manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.