Wabah Corona, Pengembang Beri Stimulus untuk Genjot KPR

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Pameran ini digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Pameran ini digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengembang rumah bersubsidi siap memberikan stimulus kepada konsumen, di tengah hantaman sektor properti akibat dampak wabah corona atau Covid-19. 

    Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, pihaknya berinisiatif memberikan keringanan terhadap kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembelian rumah dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

    Adapun keringanan itu diberikan semata-mata untuk menggenjot realisasi KPR bagi kalangan MBR, di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini. 

    "Kita tetap optimistis badai [corona] segera berlalu. Bahkan sekarang ini para pengembang banyak melakukan hal kreatif untuk membantu MBR supaya tetap bisa proses realisasi KPR," katanya pada Bisnis, Minggu 29 Maret 2020.

    Junaidi mengatakan bahwa bentuk keringanan itu diberikan secara beragam oleh para pengusaha properti anggota Apersi. Para pengembang ada yang membebaskan uang muka, biaya proses, hingga pemberian subsidi pajak kepada calon konsumen.

    Dia mengharapkan keringanan itu dapat dilakukan oleh seluruh anggota Apersi setidaknya hingga menjelang Lebaran, dan selesainya wabah virus corona di Indonesia. Menurut Junaidi, kebutuhan segmen MBR terhadap rumah harus dapat terpenuhi meskipun dalam keadaan seperti saat ini.

    "Begitu juga kepada perbankan dan Kementerian PUPR untuk memberikan kemudahan dalam hal proses dan persyaratan," kata Junaidi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.