Stimulus Sektor Properti Dikucurkan, Bunga KPR Turun ke 5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Dalam IPEX 2019 BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Dalam IPEX 2019 BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah menggelontorkan paket stimulus fiskal untuk mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak penyebaran virus corona (Covid-19). Stimulus yang diberikan pemerintah itu juga menyasar sektor properti, yakni dengan memberikan subsidi suku bunga dan uang muka.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah  akan menambah kuota rumah bersubsidi sebanyak 175.000 unit untuk tahun ini. Artinya, dari jumlah penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) 330.000 unit, untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dialokasikan sebanyak 88.000, dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sejumlah 67.000 unit.

    "Sehingga ada tambahan sebanyak 175.000 unit, dan ini dilaksanakan oleh bank umum maupun Kementerian PUPR,” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

    Airlangga menyampaikan hal tersebut usai rapat terbatas dengan tema lanjutan pembahasan dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Rapat dilakukan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

    Arilangga menjelaskan bahwa terkait hal tersebut pemerintah menambahkan kebutuhan anggaran senilai Rp 1,5 triliun. Sebanyak Rp 800 miliar akan digunakan untuk subsidi bunga dan Rp 700 miliar berupa subsidi uang muka.

    Lebih lanjut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa subsidi bunga akan membuat konsumen membayar bunga KPR sebesar 5 persen selama 10 tahun. Dia berharap hal ini akan memicu dampak positif ke sektor-sektor yang berkaitan dengan perumahan. “Sektor ini punya 174 sektor terkait,” kata Menkeu.

    Menkeu juga menjelaskan bahwa rumah bersubsidi menjadi fokus pemerintah agar konsumen dapat menyerap stok rumah yang telah dibangun. Dengan adanya subsidi tersebut, pemerintah berharap akan dapat menghabiskan stok lama dan memunculkan stok baru. “Sehingga multiplier effect paling maksimum,” katanya.

    Berdasarkan data Bank Indonesia, KPR menjadi satu segmen yang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit cukup signifikan pada tahun lalu. Padahal kredit pemilikan rumah memberikan kontribusi sebesar 31,25 persen terhadap total kredit konsumsi per Desember 2019.

    BISNIS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H