Dihajar Corona, Okupansi Hotel di Bali Tak Capai 10 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona telah memukul industri pariwisata di sejumlah provinsi di Indonesia, terutama Bali. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan, kini tingkat keterisian tamu atau okupansi sejumlah hotel di Pulau Dewata anjlok tajam.

    "Jumlah turis sangat menurun. Hotel di Bali ada yang (okupansinya) hanya 10 persen," ujar Luhut dalam siaran langsung, Rabu, 18 Maret 2020.

    Luhut mengakui, dampak penyebaran virus corona pasti akan melorotkan target kunjungan wisatawan asing atau wisman sepanjang 2020. Namun, ia tak menyebut revisi target yang ditetapkan pemerintah setelah terjadinya peristiwa global ini.

    Sebelumnya, pemerintah mematok target kunjungan wisata pada tahun ini sebanyak 17 juta. Angka penerimaan devisa dari total target kunjungan itu mencapai US$ 21 miliar.

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa beberapa waktu lalu mengemukakan bahwa jumlah kunjungan wisman ke Pulau Dewata hingga 9 Maret 2020 melorot 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada 2019, jumlah wisman pada periode low season (sepi kunjungan) Januari-Maret masih tercatat mencapai 430 ribu wisman per bulan. Sedangkan tahun ini, kunjungan wisman pada periode yang sama hanya menyentuh 330 ribu. "Jadi penurunannya kalau dihitung per bulan sekitar 100 ribu dibanding 2019," tutur Putu.

    Adapun hingga Maret, turis asing yang masih terpantau mengunjungi Bali terbanyak berasal dari Australia dan Amerika Serikat. Pada 1 hingga 9 Maret, sejak wabah Covid-19 merebak, kunjungan turis Australia tercatat sebanyak 30 ribu orang dari total 114 ribu. Sedangkan kunjungan wisman Amerika Serikat 7.295 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.