Dampak Corona, Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 40,16 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai memberikan key note speech dalam acara Simposium Asia's Trade and Economic Priorities 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa 29 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai memberikan key note speech dalam acara Simposium Asia's Trade and Economic Priorities 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa 29 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar dari Indonesia hingga hari ini Rabu, 11 Maret 2020, sebesar Rp 40,16 triliun. Nilai itu meningkat dari catatan BI pada 27 Februari 2020 yang sebesar Rp 30,8 triliun.

    "Kondisi itu disebabkan masih khawatirnya para investor terhadap wabah virus corona yang semakin cepat meluas ke berbagai negara dan tidak bisa diperkirakan kapan akan berakhir," kata Perry di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

    Dia mengatakan pada awal Januari dana asing masuk , namun pada 25 Januari ketika ada virus Corona atau Covid 19, langsung terjadi outflow (dana asing keluar). Aliran dana asing yang keluar itu, kata dia, terdiri dari pasar saham dan Surat Berharga Negara atau SBN.

    Perry menuturkan aliran modal yang keluar dari pasar saham pada periode itu mencapai Rp 4,87 triliun. Sedangkan, yang keluar dari SBN sebesar Rp 31,76 triliun secara netto. 

    Kendati begitu, Perry mengatakan investor global masih menaruh dana dalam bank-bank di Indonesia. Meskipun kata dia, selama sentimen virus Corona atau Cofid 19, para investor global itu telah menjual Surat Berharga Negara dan saham mereka.

    "Mereka belum hengkang beneran, sementara. Mereka jual saham, SBN (Surat Berharga Negara), namun simpen dalam rupiah, dan untuk lihat waktu," kata Perry.

    Menurut dia, hal itu terjadi karena investor global tidak bisa mengkalkulasikan risiko dari dampak wabah virus Corona. Perry memantau, dana investor asing itu masih ada di rekening kustodian dalam negeri.

    "Jadi ya sudah sementara keluar dulu dari Indonesia, jual SBN, saham, tapi pemantauan kami uangnya investor masih di Indonesia," ujar dia.

    Dia mengatakan sentimen Corona berdampak pada sektor financial. Di mana saat ini investor memindahkan investasinya dari aset ke cash dan atau emas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.