Dampak Virus Corona, BKPM: Belum Memengaruhi Realisasi Investasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berharap wabah Virus Corona tidak memengaruhi realisasi investasi dari China ke Indonesia.

    "Kita berdoa semoga wabah virus Corona ini bisa selesai. Corona ini betul-betul buat semua orang galau. Semoga Corona tidak berdampak terhadap realisasi investasi China di Indonesia," ujar Bahlil saat jumpa pers terkait penandatanganan nota kesepahaman antara BKPM dan BEI di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

    Bahlil menuturkan, untuk saat ini, dampak pandemi Corona terhadap realisasi investasi belum terlalu signifikan. Sejauh ini, realisasi investasi China di Indonesia sendiri sudah menembus urutan kedua mengalahkan Jepang.

    BKPM akan mengukur pengaruh Virus Corona pada akhir Februari mendatang untuk memastikan dampak Virus tersebut. Pada Januari, lanjut Bahlil, tren realisasi investasi masih normal. 

    "Saya pikir dari BKPM belum ada gejala-gejala dari Virus Corona yang akan memengaruhi realisasi investasi di Indonesia," kata Bahlil.

    Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan, dalam jangka pendek wabah Virus Corona memang berpengaruh terhadap investasi di pasar modal.

    Apalagi, lanjutnya, China sendiri sudah mengumumkan bahwa Virus Corona akan berdampak terhadap perekonomian Negeri Tirai Bambu tersebut, yang tentunya kemudian akan memengaruhi perekonomian global.

    "Tapi juga musti diingat bahwasanya wabah tersebut bukan pertama kali kita alami. Sebelumnya ada virus flu burung, SARS, dan lainnya. Itu kalau kita lihat secara historikal pengaruhnya memang ada, tapi secara jangka panjang mudah-mudahan tidak ada," ujar Inarno.

    Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka melemah masih dibayangi kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus Corona.

    IHSG dibuka melemah 22,99 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.110,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,21 poin atau 0,62 persen menjadi 997,58.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.