Menjelang Imlek, Simak Saham Pilihan Analis yang Bakal Bawa Hoki

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah analis memperkirakan ada sejumlah saham yang bakal membawa hoki seiring datangnya Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada hari Sabtu, 25 Januari 2020.

    Berdasarkan feng shui, analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyebutkan tahun 2020 merupakan tahun tikus logam yang berhubungan dengan unsur logam dan tanah. Oleh karena itu, saham yang berkaitan dengan emiten properti dan pertambangan logam diperkirakan meraih hoki.

    Liza menjelaskan, dari sisi fundamental, emiten properti dapat meningkatkan pemasaran pada tahun ini setelah cenderung menunda launching dan menekan harga jual pada 2019. Segmen yang paling berkembang masih di kelas menengah bawah dengan harga maksimal Rp 500 juta per unit.

    “Perbankan juga menggencarkan kredit, sehingga turut membantu sektor properti,” ujar Liza, Kamis, 23 Januari 2020.

    Adapun, saham pertambangan logam yang menjadi favorit, menurut Liza, adalah PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). Perusahaan ini memproduksi nikel kelas tinggi yang digunakan untuk bahan baku lithium baterai. Oleh karena itu diperkirakan margin penjualan bisa lebih besar.

    INCO juga memiliki proyek smelter jangka panjang hingga 2024 dengan mengalokasikan belanja modal bertahap sebesar Rp 70 triliun. Di sisi lain, harga nikel global cenderung menguat seiring dengn rencana pemerintah menyetop ekspor dalam bentuk bijih.

    Sementara dalam jangka pendek, Liza menyebutkan perlunya investor memantau saham-saham dengan sentimen yang prospek kinerja positif dan giat melakukan aksi korporasi, seperti PGAS, WSKT, MEDC, dan GIAA.

    Salah satunya karena saham PGAS sudah mendekati support Rp1.900. Bila level tersebut tembus, investor dapat melakukan buy on weakness (BOW).

    Adapun, saham WSKT berpotensi meningkat seiring dengan perbaikan kinerja. Perusahaan menerima dana segar Rp 44 triliun pada 2019, sehingga membuat arus kas dalam laporan keuangan berpotensi berbalik psoitif.

    Saham MEDC terdorong sejumlah rencana aksi korporasi perseroan. Setelah menerbitkan obligasi global, perusahaan akan menggenjot ekspansi dan meningkatkan produksi migas dari anak-anak usaha yang baru diakuisisi.

    Sementara itu, perubahan manajemen di tubuh GIAA diperkirakan bisa mendongkrak optimisme pasar terhadap prospek kinerjanya. Namun, secara teknikal harga sahamnya baru akan rebound setelah menuju kisaran Rp 400 - Rp 410.

    Adapun analis Panin Sekuritas William Hartanto menyampaikan saham-saham yang meningkat dalam jangka pendek terkait dengan perayaan Imlek adalah yang terkait perbankan dan retail. BBRI (target Rp 4.800), ACES (Rp 1.700), RALS (Rp 1.300), LPPF (Rp 4.200), dan INDF (Rp 8.250).

    “Ada beberapa pilihan saham (terkait Imlek) di sektor ritel, dan beberapa yang sedang potensi uptrend,” kata William.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.