Dirkeu TVRI Beberkan Dana Pembelian Hak Siar Liga Primer Inggris

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helmy Yahya (dua dari kanan) didampingi kuasa hukumnya Chandra Hamzah (dua dari kiri) bersama Dewan Direksi LPP TVRI memberikan keterangan kepada media terkait pemecatannya sebagai Direktur Utama TVRI, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sementara itu, sebanyak 4.000 karyawan TVRI melayangkan mosi tidak percaya kepada Dewas TVRI sebagai dukungan kepada Helmy Yahya. Tempo/Nurdiansah

    Helmy Yahya (dua dari kanan) didampingi kuasa hukumnya Chandra Hamzah (dua dari kiri) bersama Dewan Direksi LPP TVRI memberikan keterangan kepada media terkait pemecatannya sebagai Direktur Utama TVRI, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sementara itu, sebanyak 4.000 karyawan TVRI melayangkan mosi tidak percaya kepada Dewas TVRI sebagai dukungan kepada Helmy Yahya. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan TVRI Isnan Rahmanto menjelaskan asal-muasal anggaran yang digunakan lembaga tersebut untuk membiayai program Liga Primer Inggris. Isnan mengatakan anggaran tersebut berasal dari pendapatan negara bukan pajak atau PNBP.

    "Program ini muncul tengah tahun dan memang belum direncanakan dalam anggaran tahun itu. Kemudian direksi secara kolektif kolegial memungkinkan (untuk membeli hak siar) melalui PNBP," ujar Isnan di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.

    Isnan tak menerangkan secara pasti nilai pembelian hak siar itu. Ia juga tak menggamblangkan lebih jauh ihwal detail kontrak penayangannya.

    Adapun mantan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, mengatakan lembaga penyiaran publik itu telah memperoleh pendapatan dari pelbagai sumber. Di antaranya dari sewa pemancar, iklan, dan lain-lain.

    "Kami hitung-hitung bisa masuk (untuk membeli hak siar)," ujar Helmy di tempat yang sama.

    Persoalan pembelian hak siar itu sebelumnya dipermasalahkan oleh Dewan Pengawas TVRI lantaran nilainya dianggap terlampau tinggi. Saat dimintai kejelasan soal hak siar itu, dewan pengawas lembaga penyiaran publik itu mengakui tak memperoleh jawaban yang detail dari Helmy.

    Perkara ini menjadi salah satu faktor pendorong Dewan Pengawas TVRI untuk mencopot Helmy dari jabatannya. Melalui surat bernomor 8/DEWS/TVRI/2020, Helmy dinyatakan dipecat per 16 Januari 2020.

    Tempo telah mencoba mengkonfirmasi kontrak pembelian hak siar Liga Primer Inggris beserta nilainya kepada Dewan Pengawas TVRI. Namun, hingga berita ini ditulis, salah satu anggota dewan pengawas, Kabul Budiono, menyatakan masih menyiapkan data.

    "Kami siapkan data yang akurat lebih dulu," ujarnya, Sabtu, 18 Januari 2020.

    TVRI mulai menayangkan siaran Liga Primer Inggris pada pertengahan 2019 lalu. Hak siar program ini pun masih akan berlangsung sampai Mei mendatang. Adapun program ditayangkan pada Sabtu dan Minggu setiap pekan. Sebelum TVRI, hak siar Liga Inggris sebelumnya dimiliki oleh MNC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.