Soal Banjir, Menteri PU Ingatkan Tugas Utama Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat bertandang ke rumah dinas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplwks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat bertandang ke rumah dinas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplwks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya peran penting dalam penanggulangan banjir ke depannya yakni mempercepat pembebasan lahan.

    "Pemerintah provinsi di bagian sosialnya, karena untuk lahan sudetan kan memakai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," ujar Basuki di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jumat, 3 Januari 2020.

    Basuki mengatakan timnya tidak bisa turun untuk perkara sosialisasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, percepatan pembebasan lahan sangat bergantung kepada Pemerintah Provinsi.

    Secara umum, ada tiga hal yang direncanakan Kementerian PUPR untuk menanggulangi banjir di Ibu Kota dan sekitarnya, salah satunya adalah pelebaran sungai di wilayah tengah.

    "Mau namanya naturalisasi atau normalisasi, sama, semua butuh dilebarkan. Di video Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) juga sama dilebarkan, kemudian dibikin supaya penampung air lebih banyak," ujar Basuki.

    Untuk itu, ia mengatakan perlu kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Adapun Pemprov bertugas membebaskan lahan, sementara Kementerian PUPR berperan untuk melakukan pembangunan bendungan.

    Di samping itu, di bagian hulu, kata Basuki, kementeriannya masih menggeber pembangunan bendungan di Sukamahi dan Ciawi, Bogor, Jawa Barat. "Kami percepat tahun ini akan bisa (selesai)," ujar Basuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.