4 Tips Beli Rumah di Bintaro, Mulai dari Bintaro Sonoan Dikit

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penataan rumah yang rapi dengan rak penyimpanan ekstra di rumahCipete House karya  Inspiratio (Sumber: arsitag.com)

    Penataan rumah yang rapi dengan rak penyimpanan ekstra di rumahCipete House karya Inspiratio (Sumber: arsitag.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hunian yang berlokasi di Bintaro masih menjadi yang paling diminati oleh konsumen karena berada di lokasi yang strategis dan memiliki akses transportasi dan infrastruktur yang memadai.

    Berdasarkan catatan Rumah.com terhadap pencarian yang dilakukan pengunjung sepanjang 2019, hunian di Bintaro selalu berada di urutan lima teratas yang paling dicari konsumen.

    Head of Marketing Rumah.com Ike Noorhayati Hamdan mengatakan bahwa ada beberapa tips yang perlu diperhatikan konsumen yang sedang mencari hunian di Bintaro.

    Tips yang pertama adalah konsumen diimbau agar tidak terpaku pada daerah utama saja. Menurutnya, harga hunian di daerah utama Bintaro memiliki harga pasaran yang cukup tinggi.

    “Hunian di beberapa lokasi yang biasa dikenal BSD atau ‘Bintaro Sonoan Dikit’ bisa menjadi alternatif karena harganya biasanya relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan di daerah utama. Namun, penghuni bisa tetap menikmati fasilitas pendukung di kawasan tersebut,” ujar Ike kepada Bisnis, Rabu, 25 Desember 2019.

    Tips kedua adalah calon penghuni dapat mempertimbangkan pendapatan Bersama (join income) jika harga hunian yang diinginkan cukup tinggi.

    Tips selanjutnya adalah calon penghuni sebaiknya fokus memilih lokasi yang memiliki banyak fasilitas publik sehingga bisa tetap beraktivitas meski tak memiliki kendaraan pribadi.

    Tips yang terakhir adalah mempertimbangkan opsi untuk membeli rumah seken. Menurut Ike, calon penghuni bisa mencari rumah bekas yang lokasinya tidak terlalu berada di pinggir kawasan Bintaro. “Konsumen bisa mencari rumah bekas dengan lingkungan yang sudah jadi atau tidak terlalu kosong,” ungkapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.