Dipecat Erick Thohir, Ini 5 Kontroversi Ari Askhara di Garuda

Ari Askhara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Garuda City Center, Bandara Soekaro-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 12 September 2018. Bea dan Cukai menyita benda itu di hanggar Garuda Maintenance Facility pada 17 November lalu. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Karier I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra di PT Garuda Indonesia Persero Tbk berakhir setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mencopotnya dari jabatan Direktur Utama perusahaan pelat merah itu. Ari diketahui menyelundupkan motor Harley Davidson seri klasik keluaran 1972.

Benda ini terciduk Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 17 November lalu lantaran tak berizin alias bodong. Barang gelap ini sebelumnya diangkut dengan maskapai penerbangan GA 9721 A300-900 Neo yang terbang perdana dari Prancis menuju Jakarta.

Polemik yang menimpa entitas berkode emiten GIAA ini bukan yang pertama kali terjadi. Perkara-perkara lainnya sudah mendera perusahaan itu setidaknya dalam setengah tahun terakhir.

Sejak Ari diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN terdahulu, Rini Soemarno, pada September 2018, entitas ini menanggung sejumlah masalah besar. Berikut serentetan masalah di Garuda Indonesia yang terjadi di bawah kepemimpinan Ari.

1.Harga Tiket Pesawat Melambung
Pada awal tahun ini, Garuda Indonesia Group menaikkan harga tiket pesawat untuk penerbangan semua rute domestik angkutan niaga berjadwal secara tiba-tiba. Tak tanggung-tanggung, tarif tiket pesawat untuk beberapa rute bahkan melonjak sampai 100 persen. Kenaikan harga itu diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya, seperti Lion Air Group. Kebijakan kenaikan harga ini terjadi setelah maskapai pelat merah menjalin kerja sama manajemen dengan Sriwijaya Air pada November 2018.

Muncul dugaan ada duopoli antara Garuda Indonesia dan Lion Air Group. Sebab, setelah Garuda Indonesia menggandeng Sriwijaya, pasar penerbangan dalam negeri dikuasai hanya oleh dua maskapai: Garuda Indonesia dan Lion Air. Namun, Garuda Indonesia membantah terlibat duopoli. Manajemen belakangan menyatakan terseok lantaran harga pokok produksi yang ditanggung tak sesuai dengan pendapatan yang diterima.

2. Mengubah Laporan Keuangan
Manajemen Garuda Indonesia membedaki laporan keuangannya untuk tahun buku 2018 dan kuartal I 2019. Garuda mencatatkan untung dalam bentuk piutang senilai US$ 239,9 juta atau sekitar Rp 3,47 triliun dengan hitungan kurs Rp 14.481.

Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK mencatat sejumlah temuan dari laporan keuangan ini. Salah satunya financial engineering. Financial engineering, atau yang lazim dikenal sebagai rekayasa keuangan, berkaitan dengan pencatatan piutang Garuda Indonesia dalam laporannya kepada publik pada 24 April 2019. Kala itu, Garuda Indonesia disebut membukukan pendapatan yang masih berbentuk piutang ke dalam laporan pendapatan.

Piutang yang dimaksud dari perjanjian kerjasama antara PT Garuda Indonesia Tbk. dan PT Mahata Aero Teknologi serta PT Citilink Indonesia. Kerjasama itu terkait layanan konektivitas dalam penerbangan dan pengelolaan layanan hiburan di dalam pesawat.






Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

6 jam lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

9 jam lalu

DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

DPR RI juga mendukung restrukturisasi dan privatisasi Garuda Indonesia pada 2022 dan menyetujui kepemilikan saham pemerintah menjadi 55 persen.


Zulhas Sebut Erick Thohir Akan Impor Gas dari UEA untuk Penuhi Kebutuhan Pupuk Nasional

16 jam lalu

Zulhas Sebut Erick Thohir Akan Impor Gas dari UEA untuk Penuhi Kebutuhan Pupuk Nasional

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan pemerintah akan mendatangkan impor gas khusus untuk keperluan pupuk nasional.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

1 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

2 hari lalu

Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

Erick Thohir mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat Indonesia masih memiliki peluang memajukan ekonomi syariah


Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

3 hari lalu

Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan Jakarta Kuala Lumpur PP dari dua kali menjadi tiga kali sepekan mulai 27 September 2022,


Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

4 hari lalu

Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

Penambahan modal untuk PT Garuda Indonesia masih berlangsung. Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 7,5 triliun.


Migrasi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Begini Pemerintah Mau Tebar 300 Ribu Kompor Listrik

4 hari lalu

Migrasi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Begini Pemerintah Mau Tebar 300 Ribu Kompor Listrik

Pemerintah berkomitmen mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi bersih melalui program konversi penggunaan LPG 3 Kilo ke kompor listrik induksi.


Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

4 hari lalu

Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

Pada akhir 2021, Garuda tercatat membukukan kerugian yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 4,16 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun.


Staf Khusus Erick Thohir Yakin Migrasi Kompor Listrik Berjalan: Setahun Mati Lampu 7 Jam

4 hari lalu

Staf Khusus Erick Thohir Yakin Migrasi Kompor Listrik Berjalan: Setahun Mati Lampu 7 Jam

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. menuturkan saat ini porsi penggunaan kompor listrik untuk rumah tangga masih kecil.