Penerapan Bahan Bakar B30 Disebut Masih Memerlukan Penyempurnaan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian ESDM melakukan uji prespitasi dan start ability penggunaan campuran 30 persen Bahan Bakar Nabati (BBN) Jenis Biodiesel ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar (B30) pada kendaraan bermotor di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

    Kementerian ESDM melakukan uji prespitasi dan start ability penggunaan campuran 30 persen Bahan Bakar Nabati (BBN) Jenis Biodiesel ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar (B30) pada kendaraan bermotor di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah produsen otomotif dalam negeri tengah bersiap menyesuaikan mesin kendaraannya untuk menggunakan bahan bakar B30. Mereka optimistis mampu menyelesaikan uji coba sebelum mulai 1 Januari 2020.

    Produsen pendatang baru asal Cina, Dongfeng Sokon (DFSK), merupakan salah satu yang masih bersiap. DFSK yang berada di bawah agen pemegang merek PT Sokonindo Automobile itu telah mengikuti uji jalan B30 yang digelar pemerintah pada Juni-Oktober 2019 lalu dengan mengirimkan dua unit mobil pick up DFSK Super Cab.

    "Hasilnya secara general tidak jauh beda antara B20 dengan B30 dan dampaknya tidak terlalu siginifikan," kata Public Relation and Digital Manager DFSK Arviane Dahniarny Bahar kepada Tempo, Rabu 4 Desember 2019.

    Namun perusahaan memutuskan menguji kembali penggunaan B30 terhadap Super Cab. Arviane menuturkan, uji coba ini bertujuan untuk menyempurnakan dampak B30 yang dirasa masih kurang optimal berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan pemerintah.

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, pun menyatakan masih menguji dampak B30 terhadap kendaraan diesel mereka. Fokus perusahaan antara lain biaya yang ditimbulkan dari penerapan program ini, baik yang akan ditanggung pabrikan maupun konsumen. Pasalnya penerapan B30 mengharuskan perusahaan berinvestasi di teknologi. "Jangan sampai penggunaan B30 membuat harga kendaraan menjadi tidak bersaing di pasar," ujar dia.

    Fransiscus menargetkan uji coba internal ini bisa rampung akhir tahun ini. Dia menyatakan perusahaan berupaya mematuhi kebijakan pemerintah untuk secara bertahap beralih dari B20 hingga B100 nanti.

    Sementara itu Isuzu menyatakan sudah siap melaksanakan program B30. General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Yohanes Pratama, menyatakan kendaraan bermesin diesel mereka yaitu Isuzu Elf NMR 71 telah mengikuti uji jalan bersama pemerintah.

    Selain itu, perusahaan juga menguji sendiri dampak B30 di dalam negeri. Uji coba juga dilakukan di Jepang dengan mengirimkan contoh bahan bakar B30 untuk dijalankan di mesin Isuzu. "Isuzu sangat siap dan tidak ada masalah berarti pada mesin Isuzu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.