Summarecon Garap Kawasan Komersil di Bekasi, Harga Mulai Rp 2,7 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Burgundy Commercial, produk komersil terbaru Summarecon Bekasi di kawasan The Orchard. Tempo (Dok. Summarecon Bekasi)

    Burgundy Commercial, produk komersil terbaru Summarecon Bekasi di kawasan The Orchard. Tempo (Dok. Summarecon Bekasi)

    TEMPO.CO, Bekasi - Pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk. kembali menggarap produk komersilnya di Kota Bekasi, Jawa Barat. Harga satu unit rumah toko atau ruko di kawasan Burgundy Commercial dipatok mulai Rp 2,7 miliar. "Hari ini adalah tahap perdana penjualan," kata Direktur Eksekutif Summarecon Agung, Albert Luhur, di Bekasi, Sabtu, 30 November 2019.

    Menurut dia, Burgundy Commercial dengan total 42 unit akan dibangun 3 lantai dengan gaya arsitektur modern kontemporer dengan lebar 5 meter dan ketinggian floor to floor di lantai dasar yang mencapai 4,5 meter. Adapun luas bangunannya mencapai 239 meter. "Proyek ini untuk para pemilik usaha yang ingin terus mengembangkan usahanya," kata Albert.

    Ia mengatakan, fasilitas pendukung di kawasan yang berada di The Orchard, Jalan Perjuangan, Bekasi Utara atau tak jauh dari kawasan Summarecon Bekasi sebelumnya berupa area parkir yang luas sebanyak 158 lot parkir double side. "Pada penjualan perdana ini memberikan insentif bagi yang membuka usaha baru sebesar Rp 75 juta," kata dia.

    Sementara Kawasan The Orchard Summarecon Bekasi telah dikembangkan oleh Summarecon Bekasi sejak tahun 2017 dengan luas lahan mencapai 30 hektare. Pihaknya optimistis industri properti terus tumbuh, meski sempat stagnan karena bersamaan dengan pemilihan presiden beberapa bulan yang lalu.

    "Bukan berarti tidak ada konsumennya, tapi konsumen menahan dulu sampai pemilu selesai," kata Albert di kesempatan sebelumnya.

    Ia yakin produk terbarunya ini laris manis di pasaran. Pertimbangannya adalah kawasan ini masih berada di pusat kota yang menjadi pusat perekonomian di Kota Bekasi, serta pengembangan Bekasi di bagian utara oleh pemerintah daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.