Dengar Kabar Ciputra Meninggal, Sri Mulyani: Sedih Banget Yaa

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membetulkan posisi kacamatanya saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membetulkan posisi kacamatanya saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Depok - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan baru mendengar informasi mengenai meninggalnya Chairman dan Founder Ciputra Group, Ciputra. Menurutnya, Ciputra dikenal dengan karya yang memiliki visi.

    "Sedih banget yaa. Pak Ciputra kan seorang tokoh ya kalau buat saya pribadi karya-karya dia untuk membangun pemukiman selalu dengan satu visi tidak hanya sekadar profit ya tapi dia juga komit terhadap lingkungan, detail, saya lihat di beberapa tempat," kata Sri Mulyani di kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu, 27 November 2019.

    Menurut Sri Mulyani, kecintaan Ciputra kepada seni juga memberikan suatu ekosistem yang penuh. "Saya rasa kita kehilangan tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran mengenai bagaimana mereka bisa create bisnis, tapi pada saat yang sama juga memanusiawikan ciptaannya itu," kata dia. "Saya sangat mengagumi hasil karyanya dia."

    Ciputra meninggal dunia di Singapura pada tgl  27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Hal itu dikonfirmasi oleh Direktur Ciputra Development Tulus Santoso. "Ya benar," kata Tulus saat dihubungi, Rabu, 27 November 2019.

    Adapun dari informasi yang beredar itu, jadwal pemakaman akan diberitahukan lebih lanjut setelah jenasah tiba di Jakarta. "Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini," ujarnya.

    Ciputra, sang pelopor real estate Indonesia itu memulai bisnisnya tanpa modal. Dia hanya mengandalkan kredit ke bank-bank di awal karirnya.

    Menurut Ciputra, entrepreneurship merupakan ilmu kehidupan. Lima puluh tahun silam, kata dia, dirinya “buta” tentang entrepreneur. “Tapi, setelah saya menjalankannya, saya bisa," kata dia Senin, 17 Februari 2019.

    Ciputra merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Pada Maret lalu, majalah Forbes memasukkan keluarga Ciputra dalam daftar 100 orang terkaya di dunia. Total kekayaan keluarga Ciputra ditaksir mencapai 1,1 miliar dollar Amerika atau sekitar Rp 15,4 triliun.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.