Garuda Jamin Tiket Pesawat Tak Naik pada Peak Season Desember

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero), Pikri Ilham Kurniansyah memastikan maskapainya tidak akan menaikkan harga tiket pesawat pada masa peak season libur Natal dan Tahun Baru 2020. Menurutnya, harga tiket pesawat Garuda telah diatur dengan aturan Menteri Perhubungan terkait Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

    "Pokoknya enggak ada naik, enggak boleh naik. Kita beri kesempatan masyarakat libur Natal dan Tahun baru," kata dia si Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

    Ia juga menegaskan, kepada seluruh agen travel penjual tiket maskapai untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat secara sepihak. Sehingga jika ada yang terbukti menjual tiket pesawat di atas TBA maka akan dimasukkan ke dalam daftar hitam rekanan Garuda Indonesia. "Kalau dia (agen travel) jual di atas TBA maka akan kami blacklist,"ungkapnya.

    Pikri menjelaskan, dalam komponen harga tiket terdapat tiga item perhitungan. Ketiganya adalah harga tiket itu sendiri, biaya oprasional Airport Tax atau Passenger Service Charge, dan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 10 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?