Libur Natal dan Tahun Baru, Garuda Kerahkan 139 Unit Pesawat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru bulan depan, maskapai pelat merah Garuda Indonesia mengerahkan 139 unit pesawat dari berbagai macam tipe. Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero), Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, demi mengantisipasi lonjakan penumpang, maskapainya pun mengoperasikan dua pesawat raksasa.

    Menurut Pikri, pesawat jumbo yang dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di musim Libur Natal dan Tahun Baru ada 11 unit. Adapun jenisnya adalah jet  Boeing 777-300 dengan kapasitas 393 orang dan Airbus 330-900 kapasitas 314 orang.

    "Jadi strategi kami menggunakan pesawat yang lebih besar, berbadan lebar. Keuntungan pertama, bandara tidak padat dari segi take off landing," kata Pikri di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, 26 November 2019.

    Menurut Pikri, penggantian pesawat dari unit reguler ke kapasitas besar lebih efektif dibandingkan dengan penambahan jumlah penerbangan. Sehingga pesawat berbadan lebar tersebut, rencananya akan melayani rute penerbangan yang padat seperti  dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Juanda Surabaya, Medan, Manado, Denpasar, dan Yogyakarta.

    Pikri menjelaskan, bandara seperti Soekarno-Hatta di Cengkareng dalam sehari bisa melakukan hingga 80 penerbangan. Sehingga menurutnya, apabila jumlah jadwalnya ditambah menjadi lima, pengaturannya akan menjadi lebih berat dan bisa mengakibatkan penundaan (delay) penerbangan.

    Namun, untuk bandara-bandara yang tak bisa menampung pesawat berbadan lebar, Pikri menuturkan akan mengusahakan penerbangan tambahan. Sebab, ada kemungkinan juga bandara-bandara tujuan pesawat tambahan tersebut tidak terlalu padat.

    "Kalau demand tinggi tetap kami siapkan pesawat besar. Kecuali bandara yg kecil kita tambah extra flight," katanya.

    Secara teknis, Pikri mengatakan,  kemungkinan jadwal penerbangan padat akan berlangsung selama 20 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020. "Prediksinya, libur Natal dan Tahun Baru tahun ini dikira-kira tanggal itu," ujarnya.

    Dia menjelaskan, demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para penumpang Garuda Indonesia, pihaknya melakukan perawatan pesawat serta memperbaharui lisensi para awak kabin. "Jadi jangan sampai ada gangguan technical," ucapnya

    Pikri menyarankan kepada seluruh pelanggan Garuda yang akan menikmati perjalanan libur Natal dan Tahun Baru untuk bisa mempersiapkan barang bawaan, mengingat jadwal penerbangannya, dan bisa mengantisipasi kepadatan penumpang di bandara. "Kita perlu bersama memberi pengertian atau edukasi ke penumpang agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya," tutur dia.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.