Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Bandung Hanya Tambah Satu Kereta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penumpang kereta asal Jogjakarta tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (1/1). Mengakhiri libur Natal dan Tahun Baru, warga mulai kembali ke Jakarta untuk memulai aktifitas pada Senin nanti. TEMPO/Subekti

    Ratusan penumpang kereta asal Jogjakarta tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (1/1). Mengakhiri libur Natal dan Tahun Baru, warga mulai kembali ke Jakarta untuk memulai aktifitas pada Senin nanti. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Deputy Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI), Daerah Operasi II Bandung, Hendra Wahyono mengatakan, hanya ada satu kereta tambahan dari Bandung untuk masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2019/2020. “Kita hanya ada satu kereta tambahan yaitu KA Lodaya Tambahan yang rencananya dari Bandung itu pukul 18.45 WIB ke Solo Balapan,” kata dia di kantornya di Bandung, Senin, 25 November 2019.

    Hendra mengatakan, Bandung hanya mendapat satu kereta tambahan untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru, imbas dari perubahan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2019 yang akan berlaku mulai 1 Desember 2019 nanti. “Ini nyambung dengan kegiatan pergantian jadwal saat 1 Desember, kereta-kereta api sudah kita maksimalkan, lalu kereta api yang sebelumnya ada di kereta tambahan itu masuk dalam jadwal reguler,” kata dia.

    Hendra mengatakan, dengan hanya menambah satu kereta tambahan, perkiraan kenaikan jumlah penumpang di masa libur Natal dan Tahun Baru ini hanya 1 persen. “Prediksi kenaikan penumpang juga tidak bisa banyak kurang lebih 1 persen dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya 1.198.413 penumpang, kita prediksi mencapai 1.191.297 penumpang,” kata dia.

    Kendati hanya mendapat tambahan 1 kereta tambahan, Hendra memastikan, PT KAI akan memaksimalkan rangkaian kereta selama mas angkutan libur Natal dan Tahun Baru tersebut. PT KAI juga membuka posko untuk mengantisipasi keamanan dan kerawanan.

    PT KAI juga mewaspadai puluhan titik rawan di sepanjang perlintasan kereta karena masa libur Natal dan Tahun Baru berbarengan dengan awal musim hujan. “Darah rawan kita jaga dan kita prediksi. Ada yang rawan amblas, ada yang rawan longsor, dan ada yang rawan banjir,” kata Hendra.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.