Liburan Natal, Sriwijaya Air Gratiskan Tarif Bagasi 20 Kg

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai di Indonesia yang juga menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yakni Sriwijaya Air. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8. Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Dok.TEMPO/Fahmi Ali

    Maskapai di Indonesia yang juga menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yakni Sriwijaya Air. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8. Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Dok.TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Sriwijaya Air menggratiskan biaya bagasi 20 kilogram untuk penerbangan pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2020. Biasanya, fasilitas gratis hanya diberikan untuk bagasi dengan berat maksimal 15 kilogram.

    Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Adi Willi Hanhari Haloho dalam keterangan tertulisnya mengatakan, maskapainya menggratiskan tarif bagasi bagi penerbangan dengan pesawat Jet yang semula 15 kilogram per pelanggan menjadi 20 kilogram per pelanggan. Adapun untuk penerbangan yang menggunakan armada pesawat ATR, bagasi gratis yang semula 10 kilogram per pelanggan menjadi 15 kilogram per pelanggan.

    “Kami hadirkan program ‘free baggage allowance’ 15 kilogram untuk ATR dan 20 kilogram untuk pesawat jet. Ini berlaku untuk seluruh rute penerbangan Sriwijaya Air Group, ” kata Willi di Jakarta, Kamis 21 November 2019.

    Selama ini Sriwijaya Air Group hanya memberikan gratis tarif bagasi 10 kilogram per pelanggan untuk pesawat ATR, dan sebesar 15 kilogram per perlanggan dalam setiap penerbangan pesawat jet. Namun pada periode libur Natal - Tahun Baru ini ada kenaikan jatah bagasi sebesar lima kilogram per pelanggan.

    “Jatah bagasi lebih dari Sriwijaya Air ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan membawa oleh-oleh bagi saudara di kampung halaman serta membawa bingkisan atau barang-barang dari kampung halaman kembali ke kota domisili,” kata Willi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?