Menjelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, Rupiah Melemah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia, nilai tukar rupiah melemah pada Kamis 21 November 2019. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah tipis 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.104 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.095 per dolar AS dengan depresiasi 4 poin atau 0,03 persen. Dengan demikian, selama tiga hari berturut-turut, rupiah melemah terus. 

    Adapun hari ini Bank Indonesia diperkirakan menahan suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) pada level 5,00 persen. Sebelumnya, BI telah menurunkan suku bunga acuan empat kali dengan total pemangkasan 100 basis poin.

    Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana memprediksi suku bunga acuan ditahan pada level ini karena pentingnya pemerintah mengkaji selisih imbal hasil antara efek rupiah dan negara lain sudah sejajar. “Peluang terbuka untuk suku bunga acuan BI diturunkan kembali apabila The Fed dan bank sentral negara lain terus menurunkan juga,” ujar Wisnu kepada Bisnis.com, Rabu. 

    Sebanyak 21 dari 31 ekonom dalam survei Bloomberg juga memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 5 persen dalam rilis keputusannya pada Kamis ini. 

    Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas ikut terdepresiasi pada hari ini. Depresiasi terdalam dibukukan won Korea Selatan yang melemah 0,55 persen terhadap dolar AS pada pukul 08.48 WIB.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.