Era Digital, BRI Jajaki Peluang Investasi di Traveloka

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara konferensi pers BRI Online Travel Fair bekerja sama dengan Traveloka, 13 Maret 2019

    Acara konferensi pers BRI Online Travel Fair bekerja sama dengan Traveloka, 13 Maret 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memberi sinyal akan berinvestasi di perusahaan rintisan atau startup, Traveloka. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan terdapat beberapa opsi yang dapat dilakukan dalam kerja sama itu nantinya.

    "Jadi begini ya, bentuk kerja sama yang optimal itu bisa kerja sama operasi, bisa kerja sama dengan kami nitip jual produk di sana di aplikasi itu. Bisa juga kerja sama dalam artian kita ikut ownership di dalamnya, saya kira itu," kata Sunarso di Gedung BRI 1, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Langkah itu, kata dia, selaras dengan strategi BRI dalam menghadapi era digitalisasi dan disrupsi. Menurutnya, saat ini untuk menggarap suatu bisnis, BRI harus melihatnya secara jeli dari sisi reliabilitas dan sisi aset. 

    "Kemudian kita bisa melihat fakta-fakta bahwa di payment system, banyak orang invest di fintech-fintech payment. Maka pilihannya adalah kita sama-sama bikin kecil-kecil tapi banyak, atau kita gabung sama yang besar. Saya pikir pilihannya tidak semudah itu," ujar Sunarso.

    Dia menilai, BRI juga harus membangun perusahaan yang kecil. Namun, pada saat bersamaan, bank pelat merah ini juga harus ikut di perusahaan yang besar. Sunarso menjelaskan, ikut di sini artinya  BRI juga menyiapkan organisasinya.

    "Kami punya BRI Venture Capital, maka saya katakan kami dengan agile, dengan lincah, akan bisa memilih bentuk kerja sama yang pas dan optimal," kata dia.

    Adapun Traveloka merupakan perusahaan rintisan atau startup yang memiliki valuasi hingga US$ 1 miliar atau disebut unicorn.

    Sunarso mengatakan, setiap tahunnya BRI selalu mencadangkan anggaran untuk investasi. Namun, kata dia, alokasi anggaran itu bisa untuk di satu target dan bisa di beberapa target."Kami alokasikan lebih dari Rp 5 triliun untuk corporate action," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.