BRI Cetak Laba Rp 24,8 Triliun di Kuartal III 2019

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin 13 Mei 2019. BI menggandeng bank umum untuk membuka layanan penukaran uang untuk keperluan Idul Fitri 1440 Hijriah, yang mengambil lokasi di pasar tradisional dan pusat perkantoran. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin 13 Mei 2019. BI menggandeng bank umum untuk membuka layanan penukaran uang untuk keperluan Idul Fitri 1440 Hijriah, yang mengambil lokasi di pasar tradisional dan pusat perkantoran. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengatakan hingga akhir kuartal III 2019 Bank BRI mampu mencetak laba Rp 24,80 triliun. "Nilai itu tumbuh 5,36 persen year on year dengan aset mencapai Rp 1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34 persen yoy," kata Sunarso di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Pertumbuhan laba itu lebih lambat dari pertumbuhan laba pada semester I 2019 yang sebesar 8,19 persen. Adapun untuk rasio perbankan lainnya, kata dia LDR BRI tercatat 94,15 persen dan CAR 21,89 persen. Menurut dia, angka LDR itu sangat moderat.

    "Dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang," ujar dia.

    Sementara untuk Dana Pihak Ketiga atau DPK, Bank BRI menghimpun dana sebesar Rp 959,24 triliun atau tumbuh 9,91persen yoy lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62 persen (data OJK bulan Agustus 2019).

    Giro BRI tumbuh 21,77 persen yoy menjadi Rp 171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20 persen yoy menjadi Rp 384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16 persen yoy menjadi Rp 403,37 Triliun. Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI.

    Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95 persen, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46 persen. Dari sisi Fee Based Income (FBI), hingga akhir September 2019 Bank BRI mampu tumbuh double digit sebesar 12,03 persen yoy atau sebesar RP 9,74 triliun dibandingkan dengan FBI kuartal II 2018 sebesar Rp 8,69 triliun.

    Sebelumnya Bank BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 16,16 triliun pada periode hingga semester I 2019 atau tumbuh 8,19 persen. Kendati demikian, laba tersebut juga tercatat tumbuh melambat dibandingkan pada semester I 2018 yang tumbuh 11 persen atau mencapai Rp 14,9 triliun.

    Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan pertumbuhan laba yang melambat ini karena terbeban kinerja anak usaha."Kami terbeban anak perusahaan dan itu ada di anak usaha yang baru kami akuisisi tahun kemarin. Namun, itu sudah dalam perhitungan valuasi saat kami ambil sudah kami antisipasi waktu itu," kata Suprajarto saat mengelar konferensi pers kinerja BRI di Gedung BRI, Jakarta Selatan, Rabu 14 Agustus 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.