Ekonomi Syariah Diyakini Tak Goyah oleh Perlambatan Global

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang  Brodjonegoro (kanan) bersama jajarannya, saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo Palmerah, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Tempo/Bintari Rahmanita

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro (kanan) bersama jajarannya, saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo Palmerah, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Tempo/Bintari Rahmanita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang  Brodjonegoro mengatakan, ekonomi syariah Indonesia tidak akan tergoyahkan oleh perlambatan ekonomi dunia yang saat ini sedang terjadi. Karena, peluang pertumbuhannya masih sangat besar karena didukung daya konsumsi yang besar, dan penduduk muslim yang mendominasi.

    "Salah satu kekuatan menghadapi resesi adalah konsumsi rumah tangga, dan kami masih melihat pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tengah resesi masih bisa mencapai rata-rata 5 persen," kata dia di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

    Bambang mengungkapkan, di Indonesia ada kurang lebih 60 juta kelas menengah yang merupakan target ekonomi syariah itu sendiri. Mereka juga berpotensi akan membuat Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang akan membutuhkan dari pendanaan syariah.

    "Nanti UKM supaya bisa berkembang dia akan butuh pembiayaan yang datang dari perbankan syariah. Jadi itu ekosistem yang kita coba ciptakan di tengah kondisi menghadapi krisis seperti saat ini," ucap Bambang.

    Selain itu, Kepala Bappenas menuturkan, perkembangan ekonomi syariah global juga tak luput dari faktor meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep ekonomi yang berbasis etika. Ini akan terus berkembang seiring dengan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.

    "Ekonomi syariah saat ini hadir sebagai sistem ekonomi alternatif di tengah kesadaran pasar akan praktek ekonomi yang mengedepankan tanggung jawab dan keadilan," tambahnya.

    Bambang menjelaskan, pada tahun 2030, jumlah penduduk muslim dunia diprediksi melebihi seperempat dari populasi global. Seiring dengan pertumbuhan populasi, pasar ekonomi syariah global pada 2023 diperkirakan mencapai US$3,0 triliun dan aset keuangan syariah mencapai US$3,8 triliun.

    Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2019 aset ekonomi syariah di Indonesia  sudah mencapai hampir US$ 95 miliar, pangsa pasarnya 8,3 persen. Kemudian aset total perbankan syariah mencapai Rp 499,34 triliun atau sekitar 6 persen dari pangsa pasar keuangan syariah. "Jadi memang perbankan syariah kita harapkan jadi ujung tombak dari sektor keuangan syariah sendiri," ungkap Bambang.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.